Media Dinilai Berperan Penting Redam Ujaran Kebencian di Dunia Digital

Media Dinilai Berperan Penting Redam Ujaran Kebencian di Dunia Digital

Realitarakyat.com– Direktur Jaringan GUSDURian Indonesia, Alissa Qotrunnada Munawaroh Wahid, menegaskan bahwa media memiliki peran strategis dalam meredam maraknya ujaran kebencian di ruang digital. Menurutnya, luasnya jangkauan media saat ini harus diiringi dengan tanggung jawab sosial yang nyata.

“Media sekarang punya kekuatan besar karena jangkauannya lintas batas. Maka, media tidak hanya sekadar menguasai teknologi, tetapi juga harus mampu menjadi sarana transformasi sosial,” ujar Alissa dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, Kamis (17/12/2025).

Ia menekankan bahwa media tidak cukup hanya berfokus pada teknologi informasi, melainkan juga perlu menguasai strategi rekayasa sosial. Alissa mencontohkan nilai gotong royong sebagai fondasi masyarakat Indonesia yang bisa diperkuat melalui konten media dengan melibatkan berbagai pihak.

Selain itu, ia menyoroti pentingnya pendekatan storytelling dalam menyampaikan pesan. Narasi, menurutnya, memiliki kekuatan besar dalam membentuk persepsi publik. “Orang Indonesia itu senang bercerita. Media bisa memanfaatkan hal ini untuk memperkuat nilai kebersamaan,” jelasnya.

Alissa juga mengingatkan bahwa sejarah mencatat narasi kebencian yang disebarkan media dapat memicu konflik sosial. Namun, ia menekankan bahwa narasi juga bisa menjadi alat pemersatu bangsa.

Tak hanya media, Alissa menyoroti peran generasi muda dalam menjaga ruang digital tetap sehat. Dengan akses informasi yang semakin terbuka, anak muda Indonesia dinilai memiliki ruang gerak luas untuk berkontribusi.

“Anak muda harus mengasah akar keindonesiaannya dan memandang dirinya sebagai bagian dari masyarakat. Gunakan media sosial untuk memberi manfaat, bukan hanya untuk diri sendiri,” pungkasnya.