Realitarakyat.com – Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal meminta publik dan pelaku pasar untuk memberikan ruang serta kepercayaan kepada Gubernur Bank Indonesia (BI) yang baru dalam menjalankan tugas menjaga stabilitas moneter dan sistem keuangan nasional.
Menurutnya, pergantian kepemimpinan di Bank Indonesia merupakan bagian dari mekanisme konstitusional yang perlu disikapi secara proporsional.
“Setiap kali ada pergantian Gubernur Bank Indonesia, respons pasar pasti muncul. Tapi kita perlu memberi kesempatan kepada Gubernur BI yang baru untuk bekerja dan membuktikan kapasitasnya,” ujar Cucun dalam konferensi pers di Nusantara II, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (27/1/2026).
Cucun menegaskan posisi Gubernur Bank Indonesia memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas moneter, nilai tukar, serta pengendalian inflasi. Oleh karena itu, kepemimpinan BI seharusnya dinilai berdasarkan kinerja dan kebijakan yang dihasilkan, bukan spekulasi jangka pendek.
“Gubernur BI ini bukan figur politik, melainkan profesional yang bekerja berdasarkan mandat undang-undang. Mari kita lihat bagaimana kebijakan moneternya dijalankan,” ujar politisi Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tersebut.
Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara Bank Indonesia dan pemerintah. Menurutnya, Gubernur BI yang baru diharapkan mampu memperkuat koordinasi kebijakan moneter dan fiskal agar berjalan searah dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional, terutama di tengah ketidakpastian ekonomi global.
“Yang dibutuhkan sekarang adalah soliditas antara fiskal dan moneter. Gubernur BI harus mampu menjadi penghubung yang kuat agar kebijakan ekonomi negara saling menguatkan,” kata legislator dari daerah pemilihan Jawa Barat II itu.
Cucun menilai Bank Indonesia memiliki peran sebagai shock absorber ketika perekonomian nasional menghadapi tekanan, baik dari dalam maupun luar negeri.
Karena itu, kredibilitas dan independensi Gubernur BI menjadi faktor penting dalam menjaga kepercayaan pasar dan masyarakat.
Lebih lanjut, Cucun memastikan DPR RI akan tetap menjalankan fungsi pengawasan terhadap Bank Indonesia, termasuk terhadap kebijakan yang diambil Gubernur BI yang baru, tanpa mengganggu independensi bank sentral.
“DPR akan terus mengawal kebijakan moneter, namun tetap menghormati independensi Bank Indonesia sesuai amanat undang-undang,” ujarnya.
Ia berharap kepemimpinan baru di Bank Indonesia mampu menjaga stabilitas ekonomi serta memberikan kepastian bagi dunia usaha dan masyarakat luas. (ndi)







