Gus Ipul Bantah Dana Korupsi Mengalir ke Muktamar NU

Gus Ipul Bantah Dana Korupsi Mengalir ke Muktamar NU

Realitarakyat.com  – Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul membantah tuduhan adanya aliran uang hasil korupsi untuk membiayai Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama (NU). Ia menegaskan, tuduhan tersebut tidak disertai bukti yang dapat dipertanggungjawabkan.

Penegasan itu disampaikan Gus Ipul dalam keterangan tertulis, Jumat (9/10/2026), seusai menghadiri pelepasan kadet Universitas Pertahanan.

“Sekali lagi saya ingin memastikan, tidak ada uang hasil korupsi yang mengalir ke Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama,” kata Gus Ipul.

Menurut dia, klarifikasi tersebut perlu terus disampaikan agar warga Nahdliyin dan jajaran pengurus NU tidak terpengaruh oleh informasi yang dinilainya tidak benar.

Gus Ipul juga mengingatkan bahwa tuduhan serius harus disertai bukti. Ia menilai penyebaran pernyataan tanpa dasar yang jelas dapat menimbulkan konsekuensi hukum.

“Ini perlu saya ulang-ulang terus agar masyarakat Nahdliyin dan juga pengurus Nahdlatul Ulama mengerti dengan benar bahwa isu-isu yang dikembangkan oleh pihak-pihak itu hanya isapan jempol,” ujarnya.

Ia menambahkan, “Itu tuduhan yang tidak disertai dengan bukti. Membual punya konsekuensi hukum.”

Selain membantah dugaan aliran dana korupsi, Gus Ipul juga menepis tuduhan bahwa pelaksanaan Muktamar Ke-35 NU diwarnai praktik penyekapan maupun penggunaan cara-cara yang disebut sebagai cara komunis.

Ia menegaskan bahwa proses muktamar berlangsung dengan baik dan tidak seperti yang digambarkan dalam berbagai tuduhan yang beredar.

“Perlu ditegaskan, proses muktamar berjalan dengan baik. Semua tahu, untuk itu tidak ada cara-cara komunis, tidak ada penyekapan-penyekapan,” tegasnya.

Gus Ipul meminta masyarakat, khususnya warga Nahdliyin, untuk lebih berhati-hati dalam menerima dan menyebarkan informasi. Ia mengimbau agar setiap kabar diperiksa kebenarannya sebelum dipercaya atau diteruskan kepada orang lain.

“Jadi, jangan percaya berita palsu,” pungkasnya.

Pernyataan tersebut menjadi penegasan sikap Gus Ipul dalam merespons isu yang berkembang seputar pelaksanaan Muktamar Ke-35 NU. Ia meminta publik tidak langsung mempercayai tuduhan yang belum disertai bukti dan tetap mengedepankan informasi yang dapat dipertanggungjawabkan.(Din)