PKS Dukung Kenaikan Anggaran Riset Perguruan Tinggi

PKS Dukung Kenaikan Anggaran Riset Perguruan Tinggi
Sekjen PKS, Muhammad Kholid/Net

Realitarakyat.com – Sekretaris Jenderal Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Muhammad Kholid menyatakan dukungan terhadap keputusan Presiden Prabowo Subianto yang menaikkan anggaran riset perguruan tinggi nasional dari Rp8 triliun menjadi Rp12 triliun.

Kholid menilai kebijakan tersebut merupakan langkah penting untuk memperkuat fondasi pertumbuhan ekonomi jangka panjang yang bertumpu pada penguasaan ilmu pengetahuan, inovasi, serta peningkatan nilai tambah industri dalam negeri.

Meski demikian, ia menekankan agar tambahan anggaran riset tersebut diarahkan secara terintegrasi dengan kebutuhan strategis industri nasional.

Dengan demikian, hasil penelitian tidak berhenti pada capaian akademik atau publikasi semata, melainkan mampu menghasilkan teknologi, produk, dan solusi yang aplikatif.

“Riset harus ditempatkan sebagai instrumen utama transformasi ekonomi. Dari sanalah lahir inovasi, industrialisasi berbasis teknologi, serta penguatan daya saing nasional,” kata Kholid, dalam keterangan persnya, Jumat (16/1).

Ia memandang peningkatan anggaran riset tersebut mencerminkan semakin kuatnya komitmen negara untuk mengejar ketertinggalan struktural Indonesia di bidang inovasi.

Kholid mengacu pada data Organisasi Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD) per Maret 2025 yang menunjukkan belanja riset Indonesia masih berada di kisaran 0,3 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB).

Angka tersebut dinilai masih tertinggal dibandingkan Malaysia dan Thailand yang mendekati 1 persen PDB, serta Singapura yang mencapai sekitar 1,8 persen PDB.

“Perbandingan ini harus dibaca secara jujur dan objektif. Hampir semua negara yang berhasil membangun basis industri kuat dan ekonomi bernilai tambah tinggi menjadikan riset sebagai prioritas fiskal jangka panjang,” ungkapnya.

Karena itu, Kholid menegaskan peningkatan anggaran riset perguruan tinggi tidak seharusnya dipahami sebagai kebijakan sektoral semata, melainkan bagian dari strategi besar pembangunan ekonomi nasional.

Menurut dia, riset perlu difungsikan sebagai penghubung antara dunia akademik, kebutuhan industri, dan agenda hilirisasi sumber daya nasional.

Dengan pendekatan tersebut, kebijakan Presiden Prabowo dinilai dapat menjadi momentum penting dalam membangun ekosistem inovasi yang berkelanjutan, memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi, lembaga riset, dan dunia usaha, sekaligus mempercepat transformasi Indonesia menuju ekonomi berbasis pengetahuan dan nilai tambah tinggi.

“Negara-negara unggul hari ini adalah negara yang puluhan tahun lalu secara konsisten menjadikan riset sebagai mesin industrialisasi dan kemajuan. Indonesia harus bergerak lebih cepat dan lebih berani ke arah tersebut,” tandasnya.[prs]