DPR  

Thomas Djiwandono Resmi Terpilih Jadi Deputi Gubernur BI

Thomas Djiwandono Resmi Terpilih Jadi Deputi Gubernur BI
Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Thomas Djiwandono/Net

Realitarakyat.com – Wakil Menteri Keuangan Thomas A.M. Djiwandono resmi terpilih sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) untuk masa jabatan lima tahun ke depan. Keputusan tersebut diambil Komisi XI DPR RI setelah menyelesaikan rangkaian uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test).

“Telah dilakukan kesepakatan melalui proses musyawarah mufakat, dan kemudian dimasukkan dalam rapat internal di Komisi XI, bahwa diputuskan yang menjadi Deputi Gubernur Bank Indonesia, pengganti Bapak Juda Agung yang mengundurkan diri, adalah Bapak Thomas A.M. Djiwandono,” ujar Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (26/1).

Keputusan penetapan Thomas sebagai Deputi Gubernur BI selanjutnya akan dibawa ke rapat paripurna DPR RI untuk mendapatkan pengesahan, yang dijadwalkan berlangsung pada Selasa (27/1).

“Hari ini kita sepakati dan diputuskan bersama menjadi keputusan Komisi XI di rapat internal, dan nanti akan dibawa ke Paripurna DPR RI untuk disahkan dalam rapat Paripurna besok,” ujar Misbakhun.

Misbakhun menjelaskan, Thomas terpilih karena dinilai mampu diterima oleh seluruh fraksi partai politik di DPR RI.

Penilaian tersebut didasarkan pada pemaparan yang disampaikan Thomas dalam uji kelayakan dan kepatutan, yang dinilai komprehensif dan meyakinkan.

“Pertimbangannya bahwa Bapak Thomas adalah figur yang bisa diterima oleh semua partai politik. Figur Bapak Thomas tadi juga menjelaskan dengan sangat bagus soal bagaimana perlunya membangun sinergi antara kebijakan moneter dan kebijakan fiskal,” jelasnya.

Ia juga menegaskan keyakinannya bahwa Thomas akan menjalankan tugas secara profesional meskipun memiliki hubungan keluarga dengan Presiden Prabowo Subianto.

Menurut Misbakhun, komitmen tersebut terlihat jelas dari pernyataan Thomas selama proses uji kelayakan.

“Beliau menyampaikan tentang profesionalisme itu menjadi salah satu hal yang kuat yang ingin beliau jaga. Dan menurut saya itu menjadi sebuah closing statement yang menguatkan posisi profesionalisme seorang Thomas Djiwandono,” tegasnya.[prs]