Realitarakyat.com – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mendorong langkah modernisasi pada peralatan produksi dodol Betawi.
Upaya ini bertujuan agar usaha kuliner tradisional tersebut dapat terus berkembang pesat tanpa harus kehilangan nilai-nilai tradisinya.
Pesan tersebut disampaikan Pramono saat mengunjungi sentra produksi Dodol Nyak Mai di kawasan Perkampungan Budaya Betawi (PBB) Setu Babakan, Jakarta Selatan, Jumat (6/3).
Dalam kunjungan itu, Pramono sempat mencoba langsung proses mengaduk adonan dodol bersama para perajin di atas kuali besar.
“Barusan saya diundang sekaligus mengaduk dodol dan rupanya tidak ringan. Saya terkesan sekali karena bagi warga Betawi, dodol ini sebenarnya bagian dari konsep gotong royong,” ujar Pramono.
Secara tradisional, pembuatan dodol Betawi yang terdiri dari tepung beras ketan, gula merah, santan, dan garam memerlukan waktu masak antara delapan hingga sepuluh jam di atas api kayu bakar.
Tekstur kenyal dan rasa manis khas yang dihasilkan menjadi daya tarik utama kuliner ini.
Pramono menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tengah mempelajari skema dukungan bagi pelaku usaha dodol, terutama melalui bantuan peralatan produksi modern serta penguatan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
“Harapannya dilakukan modernisasi, tetapi jangan sampai yang tradisionalnya hilang. Justru di situlah kekhasan dan keunggulannya,” tuturnya.
Ia pun menginstruksikan Dinas UMKM untuk segera melakukan kajian guna memetakan dukungan yang paling dibutuhkan oleh para perajin agar mereka lebih berdaya.
Dalam kunjungan tersebut, Pramono turut didampingi oleh Gubernur DKI Jakarta periode 2007–2012, Fauzi Bowo.
Pria yang akrab disapa Foke itu memberikan apresiasi tinggi atas perhatian pemprov terhadap pelestarian budaya di Setu Babakan.
“Atas nama masyarakat Betawi, khususnya di Setu Babakan, saya mengucapkan terima kasih karena perhatian Gubernur Pramono begitu besar,” kata Foke.
Ia menilai kehadiran gubernur secara langsung menjadi sarana promosi yang efektif bagi kuliner Betawi agar lebih dikenal luas oleh masyarakat.[prs]






