Realitarakyat.com – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan larangan praktik penggadaian Kartu Jakarta Pintar (KJP) yang selama ini masih ditemukan di masyarakat.
Ia menyatakan akan segera berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan DKI Jakarta untuk memastikan kebijakan tersebut diterapkan secara tegas dan konsisten.
“Khusus untuk KJP, segera saya koordinasi dengan Dinas Pendidikan untuk tidak digadaikan,” kata Pramono kepada wartawan, Selasa (3/3).
Pramono menilai penggadaian KJP bertentangan dengan tujuan dasar program tersebut.
KJP, menurutnya, merupakan kebijakan prinsipil yang dirancang untuk menjamin akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu, bukan untuk dijadikan alat memenuhi kebutuhan konsumtif jangka pendek.
Ia menjelaskan bahwa KJP diperuntukkan bagi pemenuhan kebutuhan pendidikan, mulai dari pembelian buku, seragam, hingga perlengkapan sekolah.
Praktik penggadaian dinilai berpotensi menggerus manfaat utama program dan justru merugikan masa depan penerima bantuan.
Lebih jauh, Pramono mengaitkan keberadaan KJP dengan perbaikan indikator sosial ekonomi di Jakarta.
Ia menyebut program tersebut, bersama Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU) dan kebijakan pemutihan ijazah, memberikan kontribusi nyata terhadap penurunan angka kemiskinan dan perbaikan kualitas hidup masyarakat.
“Hal itu terbukti dari hasil Badan Pusat Statistik, semua indikator kita berkaitan dengan kemiskinan, stunting dan sebagainya mengalami perbaikan,” ungkapnya.
Menurut Pramono, perbaikan tersebut tercermin dalam sejumlah indikator penting, seperti gini ratio, angka kemiskinan, dan prevalensi stunting.
Ia menilai program bantuan pendidikan memiliki efek jangka panjang karena menyasar akar persoalan sosial, yakni keterbatasan akses terhadap pendidikan.
“Karena KJP ini adalah hal yang prinsip untuk bisa merubah kehidupan masyarakat terutama di lapis terbawah,” kata dia.
Dengan memastikan KJP digunakan sesuai peruntukannya, Pramono berharap program ini benar-benar menjadi instrumen mobilitas sosial.
Akses pendidikan yang terjamin diyakini dapat membuka peluang lebih besar bagi generasi muda Jakarta untuk keluar dari lingkaran kemiskinan dan membangun masa depan yang lebih baik.[prs]







