Mensos Tegaskan Lulusan Sekolah Rakyat Tak Boleh Menganggur

Mensos Tegaskan Lulusan Sekolah Rakyat Tak Boleh Menganggur
Mensos Saifullah Yusuf/Net

Realitarakyat.com – Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf menegaskan komitmen pemerintah untuk menjamin masa depan lulusan Sekolah Rakyat. Ia menyatakan bahwa para siswa yang lulus dari program tersebut tidak boleh ada yang menganggur dan harus mampu menjadi agen perubahan di tengah masyarakat.

Langkah ini merupakan bagian dari visi besar Presiden Prabowo Subianto untuk memutus rantai kemiskinan melalui jalur pendidikan, sebagaimana diatur dalam Perpres Nomor 120 Tahun 2025.

“Tidak boleh ada lulusan Sekolah Rakyat yang nanti katakanlah menganggur, tidak sanggup menjadi agen perubahan,” ujar Mensos di sela acara capaian strategis Sekolah Rakyat di Jakarta, Rabu (29/4/2026).

Mensos menjelaskan bahwa lulusan Sekolah Rakyat akan diarahkan pada dua jalur utama sesuai minat dan kemampuan mereka.

Bagi lulusan yang ingin melanjutkan ke jenjang pendidikan tinggi, pemerintah telah menjalin kerja sama dengan berbagai perguruan tinggi negeri maupun swasta.

“Kalau mereka ingin kuliah, selama memiliki kemampuan, seluruh perguruan tinggi negeri sudah siap untuk menerima. Bahkan ada perguruan tinggi swasta seperti Universitas Ary Ginanjar sudah siap menerima lulusan-lulusan Sekolah Rakyat dari sekarang,” jelas Saifullah Yusuf.

Sementara itu, bagi lulusan yang ingin langsung terjun ke dunia kerja, pemerintah akan memberikan pelatihan keterampilan melalui Kementerian Ketenagakerjaan atau Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia. Khusus bagi siswa berprestasi di tingkat SMP, pemerintah akan mendorong mereka masuk ke Sekolah Garuda.

Saat ini, pemerintah tengah mempercepat pembangunan 93 gedung permanen Sekolah Rakyat di berbagai kabupaten/kota di Indonesia. Langkah ini diambil untuk menggantikan penggunaan gedung sementara milik pemerintah pusat dan daerah yang selama ini digunakan oleh 166 Sekolah Rakyat yang sudah beroperasi.

Mensos memaparkan bahwa progres pembangunan berjalan cukup signifikan untuk mengejar target tahun ajaran baru.

“Sudah ada 93 gedung Sekolah Rakyat dalam proses pembangunan. Sekitar 69 persen akan tuntas di bulan Juli untuk kita jadikan proses pembelajaran pertama, sementara 24 persen insya Allah fungsional,” pungkasnya.[prs]