Tolak Tawaran AS, Iran Ajukan 10 Poin Syarat Gencatan Senjata Permanen

Tolak Tawaran AS, Iran Ajukan 10 Poin Syarat Gencatan Senjata Permanen

Realitarakyat.com – Pemerintah Iran resmi menolak usulan gencatan senjata sementara yang diajukan Amerika Serikat (AS) di bawah pemerintahan Donald Trump.

Sebagai langkah balasan, Teheran mengirimkan proposal tandingan berisi 10 poin syarat untuk mengakhiri konflik secara permanen.

Mengutip laporan kantor berita IRNA, Selasa (7/4/2026), proposal tersebut dikirimkan melalui Pakistan sebagai mediator untuk diteruskan ke Washington.

Dalam dokumen tersebut, Iran secara tegas menolak opsi gencatan senjata selama 45 hari yang sebelumnya sempat dibahas oleh para negosiator.

Poin-poin utama dalam proposal Iran mencakup penghentian permusuhan di kawasan secara menyeluruh, pembukaan jalur aman di Selat Hormuz, serta pencabutan sanksi ekonomi.

Selain itu, Iran menuntut pembayaran ganti rugi dan biaya rekonstruksi atas kerusakan yang disebabkan oleh serangan militer AS dan Israel.

Langkah diplomatik ini diambil setelah AS mengajukan syarat agar Iran menghentikan total program nuklir serta rudal balistiknya, termasuk menyerahkan seluruh cadangan uranium yang diperkaya.

Namun, tawaran Washington tersebut dibarengi dengan tekanan militer yang meningkat.

Presiden AS Donald Trump melalui akun media sosialnya, Social Truth, memberikan ultimatum keras kepada Teheran untuk membuka rute perdagangan minyak di Selat Hormuz paling lambat Selasa pukul 20.00 waktu setempat.

Dalam unggahannya, Trump mengancam akan melancarkan serangan besar-besaran jika permintaan tersebut tidak dipenuhi.

Hingga berita ini diturunkan, situasi di kawasan Timur Tengah tetap tegang seiring dengan mendekatnya batas waktu ultimatum tersebut, sementara pihak mediator masih terus mengupayakan komunikasi antar kedua negara. (*)