Kemenpora Sisir Anggaran, Erick Thohir Amankan Rp61 Miliar untuk Kontingen Asian Games 2026

Kemenpora Sisir Anggaran, Erick Thohir Amankan Rp61 Miliar untuk Kontingen Asian Games 2026
Menpora Erick Thohir. //net

Realitarakyat.com – Menteri Pemuda dan Olahraga, Erick Thohir, menyebut anggaran yang tersedia di kementerian yang dipimpinnya untuk mendukung keberangkatan kontingen Indonesia ke ajang Asian Games 2026 saat ini berhasil ditingkatkan hingga mencapai Rp61 miliar.

Anggaran tersebut didapatkan setelah internal kementerian melakukan perombakan dan penyisiran pengeluaran secara ketat.

“Dengan tentu keikhlasan seluruh deputi yang hadir, saya apresiasi, kami akhirnya terus menyisir anggaran hingga akhirnya mendapatkan Rp61 miIiar,” kata Erick Thohir dalam rapat kerja bersama Komisi X DPR RI di Jakarta, Selasa (2/6).

Erick menjelaskan bahwa upaya penambahan anggaran tersebut dilakukan secara bertahap melalui evaluasi menyeluruh terhadap berbagai pos pengeluaran di lingkungan kementeriannya.

Langkah taktis ini diambil agar kebutuhan utama terkait persiapan dan keberangkatan atlet Indonesia menuju Asian Games 2026 tetap dapat terpenuhi dengan baik di tengah situasi keterbatasan fiskal.

Ia mengungkapkan, kondisi finansial untuk multiajang olahraga terbesar di Asia ini awalnya berada dalam posisi yang sangat kritis.

Ketika dirinya mulai menjabat sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga pada September 2025, alokasi dana pendukung keikutsertaan Indonesia di Asian Games 2026 masih sangat minim, yakni hanya berada di kisaran Rp3 miliar.

Jumlah tersebut dinilai jauh dari cukup untuk membiayai kebutuhan persiapan atlet, pemusatan latihan nasional, hingga akomodasi dan operasional kontingen selama pergelaran berlangsung.

Melihat kondisi yang memprihatinkan tersebut, Erick langsung menginstruksikan seluruh jajaran kementerian untuk melakukan penyisiran anggaran secara ketat dengan memprioritaskan program-program utama.

Sejumlah pengeluaran yang dianggap tidak mendesak terpaksa dikurangi atau ditunda agar alokasi dana dapat difokuskan sepenuhnya pada pembinaan olahraga prestasi dan kesiapan fisik para atlet.

Menurut Erick, kerja keras melalui kebijakan efisiensi tanpa mengganggu program utama pembinaan atlet nasional dari seluruh deputi dan pejabat kementerian itulah yang akhirnya mampu mendongkrak pundi-pundi dana pendukung hingga menyentuh angka Rp61 miliar.

Meski berhasil mengamankan dana kontingen, Erick tidak menampik bahwa pembiayaan untuk sektor pemusatan latihan nasional (pelatnas) di berbagai cabang olahraga saat ini masih belum berada pada posisi yang ideal.

Saat ini, total dana yang tersedia untuk mendukung keseluruhan program latihan intensif atlet menjelang Asian Games baru menyentuh angka sekitar Rp81 miliar.

“Ini sangat jauh menurun,” katanya secara terbuka di hadapan anggota parlemen.

Ia menuturkan bahwa penurunan tajam anggaran tersebut merupakan dampak langsung dari kebijakan efisiensi belanja pemerintah yang saat ini diterapkan secara nasional.

Dari total pagu anggaran Kemenpora sebesar Rp1,15 triliun, kementeriannya diwajibkan melakukan pemangkasan hingga Rp270 miliar sebagai bagian dari penyesuaian fiskal negara.

Kebijakan pemotongan anggaran itu sendiri merupakan arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto yang harus dijalankan oleh seluruh kementerian dan lembaga.

Kendati harus menakhodai kementerian di tengah pengetatan dana, Erick memastikan pemerintah tetap memegang komitmen penuh untuk memberikan dukungan maksimal bagi seluruh atlet nasional agar mampu bersaing dengan negara-negara kuat di Asia.

Ia berharap iklim efisiensi ini tidak mengendurkan optimisme Indonesia untuk mencetak prestasi membanggakan pada perhelatan Asian Games yang akan digelar di Jepang pada Oktober hingga November mendatang.[prs]