Realitarakyat.com — Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) mengkritik keras wacana menduetkan kembali Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka untuk periode kedua pada Pilpres 2029.
Wacana yang pertama kali digulirkan oleh Partai Solidaritas Indonesia (PSI) tersebut dinilai hanya sebagai strategi politik untuk mendompleng popularitas.
Ketua DPP PDIP, Deddy Yevri Sitorus, menyatakan bahwa PSI kerap menggunakan isu-isu sensasional demi menarik perhatian dan simpati publik agar partainya tetap menjadi perbincangan.
“Ini kan cara untuk menarik simpati publik, PSI kan emang cenderung gitu ya. Dia tidak membesarkan partainya, tapi dengan menumpang-numpang. Sekarang dengan membawa isu dua periode Prabowo-Gibran harapannya (simpati) akan tertarik ke PSI,” ujar Deddy di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (23/6/2026).
Deddy bahkan mempertanyakan apakah Prabowo Subianto sendiri bersedia kembali berpasangan dengan Gibran pada kontestasi politik mendatang.
Menurutnya, fokus elite politik saat ini seharusnya diarahkan untuk menyelesaikan persoalan riil di masyarakat, bukan justru sibuk membahas pemilu yang masih dinilai terlalu dini.
“Jawab dulu ini persoalan-persoalan masyarakat. Apakah ada tindak lanjut dari tuntutan mahasiswa itu, itu dulu. Jangan langsung ke pemilu. Ini pemerintah lagi pusing, sudah mikirin Pemilu 2029, enggak sabaran banget,” tegas Deddy.
Sebelumnya, Ketua Harian DPP PSI Ahmad Ali menyatakan keyakinannya bahwa duet Prabowo-Gibran akan tetap bertahan utuh sebagai pasangan capres-cawapres pada Pilpres 2029.
Dalam sebuah siniar pada Jumat (19/6), Ali menegaskan PSI akan mengawal penuh kepemimpinan ini hingga dua periode.
“Pilihan yang ada kita kan mendukung pasangan Prabowo-Gibran. Saya juga tidak yakin kalau Pak Prabowo tidak ambil kembali Mas Gibran,” kata Ahmad Ali.
Ia juga menambahkan bahwa di antara figur-figur potensial lainnya, Gibran dinilai sebagai kandidat cawapres yang paling mentereng untuk masa depan. (*)







