Realitarakyat.com — Pengurus Pusat Persatuan Tenis Seluruh Indonesia (PP Pelti) masih menunggu Surat Keputusan (SK) dan finalisasi anggaran dari Komite Olimpiade Indonesia (KOI) terkait kepastian pembiayaan keberangkatan kontingen tenis Indonesia ke ajang Asian Games.
“Untuk Asian Games sebenarnya kita sudah mengunci lima nama putra dan lima putri. Namun sampai hari ini belum ada SK dari KOI. Tentu ini kewenangan KOI, sehingga kami masih menunggu finalisasi,” ujar Sekretaris Jenderal PP Pelti, Andi Fajar, di sela laga final Liga Tenis Indonesia 2026 Seri 1, di Jakarta, Minggu (9/8/2026).
Andi menjelaskan, isu efisiensi anggaran pemerintah berpotensi memangkas kuota atlet yang diberangkatkan. Kendati demikian, PP Pelti siap mengambil langkah pembiayaan mandiri sebagai solusi alternatif jika anggaran pemerintah terbatas, demi memastikan 10 atlet yang telah berlatih tetap bisa berlaga.
“Mandiri adalah pilihan tepat supaya semangat teman-teman yang sudah berlatih selama ini tidak sia-sia. Tentu ini kebanggaan yang sangat luar biasa bagi mereka,” tegas Andi.
Adapun 10 nama yang diusulkan PP Pelti mencakup lima petenis putri jebolan SEA Games 2025 Thailand: Janice Tjen, Aldila Sutjiadi, Priska Nugroho, Anjali Kirana Junarto, dan Meydiana Laviola Reinnamah.
Sementara di sektor putra diisi oleh Muhammad Rifqi Fitriadi, Christopher Rungkat, Lucky Candra Kurniawan, Anthony Susanto, dan Muhammad Gunawan Trismuwantara.
Kepastian nama-nama kontingen dan skema pembiayaan akhir rencananya akan dibahas dalam rapat finalisasi bersama KOI pada pekan depan. (*)







