Bulog Pastikan Stok Beras di NTT Aman Pasca-Gempa

Bulog Pastikan Stok Beras di NTT Aman Pasca-Gempa
Stok beras di gudang Bulog. //net /ilustrasi

Realitarakyat.com — Perum Bulog memastikan ketersediaan stok beras dan kelancaran distribusi pangan di seluruh wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) dalam kondisi aman, baik untuk kebutuhan harian masyarakat maupun penanganan pascabencana alam.

Kepastian tersebut ditandai dengan pemantauan langsung proses bongkar muat beras Mobilisasi Nasional (Movenas) sebanyak 150 ton di Pelabuhan Labuan Bajo, Jumat (21/8/2026).

Direktur Operasi Perum Bulog, Andi Afdal, menyatakan bahwa pemantauan dilakukan untuk menjamin kualitas dan percepatan distribusi beras sesuai kebutuhan di lapangan, termasuk untuk Program Bantuan Pangan dan Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).

“Kami memastikan proses mobilisasi dan pembongkaran beras berjalan dengan baik. Beras yang masuk akan kami kelola dan distribusikan sesuai kebutuhan, sehingga ketersediaan pangan masyarakat di NTT tetap terjaga,” tegas Andi Afdal.

Saat ini, Bulog menguasai stok beras di NTT sebanyak 35 ribu ton. Untuk memperkuat cadangan pangan pascagempa, Bulog menyiapkan tambahan 40 ribu ton beras yang dimobilisasi secara bertahap dari Nusa Tenggara Barat (NTB), Sulawesi Selatan, dan Jawa Timur.

Sebelumnya, Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani bersama Menteri Pertanian/Kepala Bapanas Andi Amran Sulaiman meninjau langsung penyaluran bantuan di Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai, Rabu (19/8/2026).

Data per 19 Agustus 2026 mencatat Bulog telah menyalurkan 207 ton beras Cadangan Beras Pemerintah (CBP) dan 6.000 liter minyak goreng untuk mendukung tanggap darurat bencana di berbagai wilayah terdampak di NTT. (*)