Realitarakyat.com – Menteri Kehutanan (Menhut), Raja Juli Antoni, memastikan pemerintah akan mengambil tindakan hukum secara tegas dan tanpa pandang bulu terhadap siapa pun yang terbukti melakukan perusakan alam serta memicu kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Pernyataan keras tersebut disampaikan Raja Juli saat meninjau langsung penanganan karhutla di kawasan Petuk Katimpun, Kota Palangka Raya, bersama Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran dan jajaran instansi terkait.
“Ya tadi saya dengar dari Pak Kapolda sudah ada 12 orang tersangka. Jadi siapa pun, besar, kecil, tanpa pandang bulu, yang melakukan perusakan alam, perusakan hutan, akan kita tindak secara tegas,” kata Raja Juli dalam keterangannya, Kamis (20/8/2026).
Kepolisian Daerah (Polda) Kalimantan Tengah mengonfirmasi bahwa penanganan bencana ekologis ini dijalankan beriringan antara pemadaman fisik di lapangan dan penegakan hukum intensif terhadap para pelaku pembakaran.
Di samping memantau paparan teknis dari tim gabungan TNI, Polri, Manggala Agni, dan BPBD, Menhut memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para relawan serta partisipasi aktif masyarakat Kalteng.
“Karena meski ada TNI, Polri, Manggala Agni, BPBD atau lainnya, tanpa ada partisipasi masyarakat dalam menanggulangi karhutla ini, tentu tidak akan bisa selesai,” ujarnya.
Mengingat kondisi iklim yang kian ekstrem, Raja Juli mengimbau seluruh pihak untuk memprioritaskan langkah-langkah pencegahan dini dan menghentikan praktik pembakaran lahan.
“Sekaligus pada momentum ini saya kembali mengingatkan agar jangan bermain api. Kondisinya sangat buruk sekali, cuacanya sangat buruk sekali, BMKG sudah memprediksi El Nino pada tahun 2026 ini sangat kuat,” tegasnya.
Eskalasi karhutla di wilayah Kalimantan Tengah menunjukkan tingkat kerawanan tinggi. Berdasarkan data Pos Komando Penanganan Darurat Bencana Karhutla Kalteng per 18 Agustus 2026, tercatat sebanyak 1.464 kejadian kebakaran sejak Januari dengan total area terbakar menembus 3.896,43 hektare.
Usai merampungkan pemantauan di Petuk Katimpun, Menhut Raja Juli Antoni bersama Gubernur Kalteng melanjutkan kunjungan kerja untuk meninjau penanganan titik api di wilayah Tumbang Nusa, Kabupaten Pulang Pisau.[prs]







