Realitarakyat.com – Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Irwan Meilano sebagai Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan (Wamen KP) dalam upacara di Istana Negara, Jakarta, Kamis. Kehadiran akademisi Institut Teknologi Bandung (ITB) itu menjadi warna baru dalam jajaran pemerintahan, sekaligus menandai masuknya kalangan ilmuwan ke posisi strategis sektor kelautan dan perikanan.
Pelantikan Irwan dilakukan bersamaan dengan sejumlah pejabat negara lainnya dalam rangka reshuffle kabinet ketujuh selama dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo.
Prosesi diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan dilanjutkan pembacaan Keputusan Presiden Nomor 104/P Tahun 2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Menteri dan Wakil Menteri Negara Kabinet Merah Putih periode 2024-2029.
Di hadapan Presiden, Irwan kemudian mengucapkan sumpah jabatan sebelum menandatangani berita acara pelantikan. Dengan pelantikan tersebut, ia resmi mengemban tugas membantu memimpin sektor kelautan dan perikanan yang menjadi salah satu pilar penting ekonomi nasional.
Nama Irwan selama ini dikenal di lingkungan akademik. Ia merupakan Guru Besar Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian (FITB) ITB yang memiliki kepakaran di bidang gempa bumi dan kadaster. Latar belakang keilmuan tersebut dinilai memberi perspektif berbeda dalam pengelolaan sumber daya kelautan yang kerap bersinggungan dengan aspek kebencanaan, pemetaan wilayah, hingga tata kelola ruang laut.
Penunjukan Irwan juga menunjukkan upaya pemerintah memperkuat sinergi antara dunia akademik dan kebijakan publik. Di tengah berbagai tantangan sektor kelautan, mulai dari pengelolaan sumber daya perikanan, perlindungan ekosistem pesisir, hingga penguatan ekonomi maritim, kehadiran figur berlatar belakang ilmiah diharapkan dapat memperkaya proses pengambilan kebijakan.
Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, Indonesia memiliki kepentingan besar untuk mengelola potensi laut secara berkelanjutan. Karena itu, posisi Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan tidak hanya berkaitan dengan sektor perikanan semata, tetapi juga menyangkut pembangunan ekonomi biru, konservasi lingkungan laut, serta kesejahteraan masyarakat pesisir.
Irwan dilantik bersama sejumlah pejabat penting lainnya, antara lain Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri, Bahlil Lahadalia sebagai Menteri Koordinator Hilirisasi dan Transisi Energi, Sugiono sebagai Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Arrmanatha Nasir sebagai Menteri Luar Negeri, serta Sarmuji sebagai Menteri Perindustrian.
Masuknya Irwan ke kabinet menjadi salah satu pelantikan yang menarik perhatian karena mempertemukan dunia akademik dengan arena kebijakan pemerintahan. Kini, tantangan berikutnya adalah bagaimana pengalaman dan kepakaran yang dimilikinya dapat diterjemahkan menjadi kebijakan yang mendorong kemajuan sektor kelautan dan perikanan Indonesia.(Din)







