Realitarakyat.com — Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Yahya Zaini meminta pemerintah memperkuat pelayanan kesehatan bagi masyarakat terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Langkah ini dinilai mendesak menyusul meningkatnya kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) akibat paparan kabut asap.
Yahya mengatakan, penanganan kesehatan harus disesuaikan dengan durasi dan tingkat paparan asap yang dialami masyarakat. Pemerintah juga perlu memastikan warga yang terpapar dalam waktu lama mendapatkan pemeriksaan dan perawatan secara berkelanjutan.
“Kabut asap yang berkepanjangan memerlukan penanganan kesehatan yang mengikuti lama dan tingkat paparan masyarakat,” kata Yahya dalam keterangannya, Selasa (13/10/2026).
Menurut dia, pemerintah perlu mengidentifikasi kelompok masyarakat yang terus terpapar asap, menyediakan pertolongan sejak dini, serta memastikan pasien yang mengalami penurunan kondisi kesehatan memperoleh perawatan yang memadai.
Yahya juga mendorong Kementerian Kesehatan bersama dinas kesehatan di daerah terdampak untuk mengintegrasikan informasi kualitas udara dengan kesiapan fasilitas pelayanan kesehatan.
Wilayah dengan tingkat paparan asap tinggi, kata dia, harus mendapat dukungan tambahan berupa tenaga kesehatan, persediaan obat-obatan dan perlengkapan medis, serta layanan rujukan sesuai kebutuhan penduduk.
“Wilayah dengan paparan tinggi perlu memperoleh penguatan tenaga, persediaan medis, dan kemampuan rujukan berdasarkan kebutuhan penduduk,” ujarnya.
Selain memperkuat fasilitas kesehatan, Yahya menekankan pentingnya penyampaian informasi kepada masyarakat mengenai cara melindungi diri dari paparan asap dan akses untuk memperoleh pertolongan medis.
Ia menilai, pelayanan kesehatan harus terus menyesuaikan perkembangan kondisi di lapangan, terutama ketika kabut asap berlangsung dalam waktu lama dan berpotensi memperburuk kesehatan warga.
Yahya turut meminta fasilitas kesehatan memperkuat sistem triase, yakni mekanisme memilah pasien berdasarkan tingkat keparahan kondisi agar mereka yang membutuhkan pertolongan segera dapat diprioritaskan.
“Dengan kondisi seperti ini, semua warga menjadi rentan, karena dampak karhutla itu ke semua, baik dampak kesehatan langsung maupun dampak tidak langsungnya. Maka penanganan awal untuk korban harus menjadi perhatian,” tegasnya.
Penguatan layanan kesehatan tersebut diharapkan dapat mempercepat penanganan warga terdampak sekaligus mencegah gangguan kesehatan akibat kabut asap berkembang menjadi kondisi yang lebih serius.(Ess)







