Thomas Sugiarto Pimpin Garuda, Ini Rekam Jejaknya

Thomas Sugiarto Pimpin Garuda, Ini Rekam Jejaknya

Realitarakyat.com  — PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk resmi menunjuk Thomas Sugiarto Oentoro sebagai Direktur Utama melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB), Jumat (9/10/2026). Ia menggantikan Glenny H. Kairupan, yang kini menjabat Komisaris Utama.

Pergantian kepemimpinan ini berlangsung di tengah upaya Garuda memperkuat pemulihan bisnis, memperbaiki kondisi keuangan, serta meningkatkan kinerja operasional dan layanan penerbangan.

Dalam keterangan resminya, manajemen Garuda menyatakan perubahan susunan pengurus merupakan bagian dari upaya menjaga momentum perbaikan perusahaan. Sejumlah indikator yang menjadi perhatian antara lain pertumbuhan pendapatan, pemulihan armada, dan penyusutan kerugian.

“Kesinambungan transformasi” juga menjadi fokus perseroan agar perbaikan bisnis berjalan seiring dengan penguatan kondisi keuangan dan operasional.

Thomas bukan sosok baru di lingkungan maskapai pelat merah tersebut. Sebelum diangkat menjadi direktur utama, ia menjabat Wakil Direktur Utama Garuda Indonesia sejak Oktober 2025.

Ia juga pernah menduduki posisi Komisaris Independen Garuda pada periode 2023–2024. Pengalaman di jajaran komisaris dan direksi itu memberinya keterlibatan dalam proses pembenahan perusahaan dari sisi pengawasan maupun pengelolaan.

Di luar Garuda, Thomas pernah menjabat Chief Risk Officer Indonesia Investment Authority (INA) pada 2024–2025. Kariernya juga mencakup posisi Vice President Mezzanine Capital Unit di OCBC serta Managing Director di KV Asia Capital.

Dari sisi pendidikan, Thomas menempuh studi keuangan di NYU Stern School of Business dan meraih gelar Master of Business Administration (MBA) dari University of Chicago Booth School of Business, Amerika Serikat.

Selain menunjuk Thomas sebagai direktur utama, Garuda turut memperkuat jajaran direksi dan komisaris dengan sejumlah profesional yang memiliki pengalaman di industri penerbangan internasional.

Alan McIntyre ditunjuk sebagai Direktur Komersial. Ia pernah menjabat Executive Manager Strategy di Qantas Group serta Chief Customer and Commercial Officer di Jetstar. Pengalaman tersebut diharapkan mendukung pengembangan jaringan penerbangan, pengelolaan pendapatan, dan peningkatan pengalaman pelanggan.

Sementara itu, posisi Direktur Operasi dipercayakan kepada Eric Ferdinand Sofyal. Sebelum penunjukan tersebut, Eric menjabat Direktur Operasi Citilink dan pernah menduduki sejumlah posisi operasional di Garuda Indonesia.

Dina Sandri Fani mengisi jabatan Direktur Human Capital & Corporate Service. Adapun posisi Direktur Transformasi tetap dipegang Neil Raymond Mills.

Di jajaran komisaris, Garuda menunjuk Jaan Albrecht dan Trey Urbahn sebagai Komisaris Independen. Jaan memiliki pengalaman memimpin sejumlah perusahaan penerbangan, termasuk Saudia Airlines, Austrian Airlines, dan Star Alliance.

Trey Urbahn juga memiliki rekam jejak dalam bidang penasihat dan pengawasan di sejumlah perusahaan penerbangan, antara lain Spirit Airlines, Etihad Airways, dan TAP Air Portugal.

Menurut manajemen, pengalaman dari berbagai pasar internasional diharapkan dapat memperkaya pertimbangan bisnis dan mendukung penerapan praktik industri yang sesuai dengan kebutuhan Garuda serta karakteristik pasar Indonesia.

Susunan Direksi dan Komisaris Garuda Indonesia

Berikut susunan pengurus Garuda Indonesia berdasarkan informasi yang disampaikan perseroan:

Direksi

  • Direktur Utama: Thomas Sugiarto Oentoro
  • Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko: Balagopal Kunduvara
  • Direktur Operasi: Eric Ferdinand Sofyal
  • Direktur Teknik: Mukhtaris
  • Direktur Komersial: Alan McIntyre
  • Direktur Human Capital & Corporate Service: Dina Sandri Fani
  • Direktur Transformasi: Neil Raymond Mills

Dewan Komisaris

  • Komisaris Utama: Glenny H. Kairupan
  • Komisaris: Sugito Anjasmoro
  • Komisaris: Chairal Tanjung
  • Komisaris Independen: Mawardi Yahya
  • Komisaris Independen: Jaan Albrecht
  • Komisaris Independen: Trey Urbahn

Dengan susunan pengurus baru ini, tantangan Thomas dan jajaran manajemen adalah memastikan agenda transformasi menghasilkan perbaikan yang berkelanjutan, mulai dari kesehatan keuangan hingga keandalan operasional dan kualitas layanan kepada penumpang.(Din)