Realitarakyat.com — Pemerintah menyiapkan stimulus untuk menekan harga tiket pesawat selama periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026/2027. Insentif tersebut mencakup pengurangan Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) hingga penyesuaian sejumlah komponen biaya penerbangan.
Direktur Angkutan Udara Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Agustinus Budi Hartono mengatakan keterjangkauan harga tiket menjadi perhatian pemerintah seiring meningkatnya mobilitas masyarakat pada akhir tahun.
“Nantinya masyarakat masih bisa melakukan perjalanannya dengan harga tiket yang tentunya terjangkau. Itu sudah pasti,” kata Agustinus dalam lokakarya Forwahub, dikutip Senin (5/10/2026).
Salah satu skema yang disiapkan ialah pemberian insentif PPN DTP untuk tiket pesawat. Regulasi terkait kebijakan tersebut masih dalam proses penyusunan dan harmonisasi melalui Peraturan Menteri Keuangan (PMK).
Agustinus memperkirakan besaran insentif PPN DTP akan setara dengan tarif PPN yang berlaku, yakni 11 persen.
Selain insentif pajak, pemerintah juga mengkaji penyesuaian Passenger Service Charge (PSC) atau tarif jasa penumpang pesawat udara serta fuel surcharge. Namun, besaran perubahan kedua komponen tersebut belum ditetapkan.
Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan pemerintah akan kembali memberikan stimulus ekonomi pada semester II-2026, termasuk insentif transportasi menjelang periode liburan dan Nataru.
Dalam rencana pemerintah, anggaran PPN DTP untuk periode Nataru diperkirakan mencapai sekitar Rp722 miliar. Insentif tersebut ditargetkan menjangkau sekitar 3,7 juta penumpang penerbangan domestik kelas ekonomi.
Pemerintah tidak hanya menyiapkan kebijakan untuk menjaga harga tiket. Kemenhub juga meminta maskapai memastikan kesiapan armada menghadapi lonjakan penumpang.
Agustinus mengingatkan seluruh pesawat harus dalam kondisi laik operasi. Persiapan tersebut diperlukan untuk mencegah kerusakan pesawat yang dapat mengganggu rotasi penerbangan dan memicu keterlambatan berantai.
“Biasanya kalau sudah memasuki peak season, keterlambatan yang panjang akan menjadi berita viral. Itu yang tidak kita inginkan,” ujarnya.
Karena itu, maskapai diminta melakukan persiapan lebih awal agar perjalanan masyarakat selama libur Natal dan Tahun Baru berjalan lancar.(Din)







