Relawan Jokowi Minta Menteri Siap Dihukum Mati Jika Korupsi, Ini Tanggapan PDIP

Realitarakyat.com – Politisi senior PDIP Hendrawan Supratikno angkat bicara perihal desakan relawan Jokowi Mania (JoMan) yang meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) mencari menteri yang siap dihukum mati, jika terbukti korupsi. Hendrawan mengingatkan bahwa sistem juga dapat membuat seseorang berperilaku koruptif.
“Sebagai gagasan boleh saja diwacanakan. Namun bagaimana jika yang koruptif itu bukan saja orang, tetapi juga sistem. Sistem yang dalam dataran logika memang mengandung cacat dan cenderung melahirkan perilaku korup sebagai instrumen daya hidup?” kata Hendrawan kepada wartawan, Minggu (13/12/2020).
Ada beberapa sistem yang menurut Hendrawan dapat mempengaruhi seseorang menjadi berperilaku koruptif. Salah satu sistem yang dimaksud Hendrawan, yakni biaya politik yang tinggi.
“Ini yang menjadi keprihatinan kita. Demokrasi kita berbiaya mahal (high-cost democracy). Demokrasi transaksional (dol-tinuku). Namun kita harus tetap optimis, transformasi akan terjadi bersamaan dengan peningkatan pendidikan dan literasi politik,” paparnya.
Hendrawan menuturkan seluruh elemen masyarakat saat ini harus bekerja sama meminimalisasi korupsi. Anggota Komisi XI DPR RI itu menyebut integritas dan transparansi harus melembaga dalam setiap orang.
“Jadi pada masa transisi ini, kita berkompromi dengan membangun tata kelola yang meminimalkan perilaku koruptif. Harapan kita, integritas dapat ditumbuhkan, perilaku yang transparan dan akuntabel dapat dilembagakan,” sebut Hendrawan.
Lalu, apa maksud JoMan mendesak Jokowi mencari menteri yang siap dihukum mati, jika korupsi? Apakah sebagai sebuah antisipasi? Begini kata Hendrawan.
“Sudah ada pakta integritas sebagai janji, sebagai ekspektasi, sebagai kompas moral. Namun kekuatan sistem sering lebih kuat. Bermain dalam sistem sering membuat kita kompromi terhadap kelaziman,” tuturnya.[prs]