Realitarakyat.com – Upaya Pemerintah untuk menghentikan laju pandemi COVID-19 melalui Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Daruruat dengan memperketat aktivitas domestik kenyataannya berbanding terbalik dengan kebijakan pemerintah terkait aktivitas internasional seperti kedatangan Warga Negara Asing (WNA).
Direktur Eksekutif Centre for Indonesia Strategic Actions (CISA), Herry Mendrofa, menganggap Pemerintah sedang tidak serius menyikapi pandemi ini.
“Presiden Jokowi sepertinya tidak serius menghentikan pandemi COVID-19. Aktivitas domestik dihentikan sedangkan keluar masuknya WNA dilazimkan. Padahal akarnya dari luar negeri,” ujar Herry melalui keterangan persnya pada Senin (5/7/2021).
Menurutnya, koordinasi dan harmonisasi kebijakan antar Kementerian dan Lembaga Negara dalam menghambat laju pandemi dari luar negeri belum optimal.
“Saya sering mengamati jajarannya Jokowi selalu kurang koordinasi. Ketika sudah terlihat kekeliruannya maka baru dilakukan perbaikan. Sepertinya Pemerintah sedang bereksperimen dengan masyarakatnya,”ungkap Herry.
Sehingga Pengamat Sosial dan Politik tersebut mendesak Jokowi dan jajarannya memiliki kebijakan yang jelas, terukur dan terintegrasi terkait penghentian pandemi Covid-19 di Indonesia.
“Kebijakan Jokowi harus jelas, terukur dan terintegrasi soal pandemi ini. Masyarakat juga akan semakin jenuh dengan ketidaktepatan kebijakan pemerintah. Hal ini bisa memicu eskalasi terhadap instabilitas sosial, ekonomi dan politik di dalam negeri,” tutur Herry.
Diketahui, pada Sabtu (3/7) malam, sedikitnya ada 20 tenaga kerja asing (TKA) asal China yang datang di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan.
Kemudian, Kedatangan TKA asal China ini jadi sorotan masyarakat, karena Pemerintah Pusat tengah memberlakukan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM Darurat Jawa-Bali untuk menekan laju penyebaran virus corona yang dimulai tanggal 3 Juli hingga 20 Juli 202 mendatang
Sebelumnya, pada Minggu (20/7), Stakeholder Relation Manager Iwan Risdianto membenarkan bahwa adanya TKA yang datang ke Indonesia berasal dari China di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin. Mereka merupakan pegawai yang dikontrak PT Smelter.[prs]







