Antisipasi Stunting, Kebayoran Baru Galakan Program Gizi

  • Bagikan
Ibu, Konsumsi Air Dingin, Asupan Gizi
Ilustrasi (Ist)
image_pdfimage_print

Realitarakyat.com – Kecamatan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan menggalakkan program gizi untuk mengatasi stunting atau tumbuh kerdil melalui Gerakan Aktif Langkah Ahli Gizi Bersama Kita Cegah Stunting Dengan Komitmen Terintegrasi.

Camat Kecamatan Kebayoran Baru Tomy Fudihartono, mengatakan program yang diluncurkan pada 2019 itu telah dijalankan di empat kelurahan, yakni, Kramat Pela, Cipete Utara, Gandaria Utara, dan Petogogan.

“Saat ini sedang fokus di Kramat Pela yang menjadi lokus stunting,” kata Camat Kecamatan Kebayoran Baru Tomy Fudihartono dalam keterangannya di Jakarta, Senin (20/9).

Adapun berdasarkan data yang diberikan Tomy, terdapat 13 kasus “stunting” di Kelurahan Kramat Pela sehingga dijadikan sebagai lokus utamanya.

Tomy menyebutkan salah satu kelas yang saat ini tengah berlangsung dari program tersebut adalah bimbingan dan rehabilitasi anak yang tidak naik timbangannya (BIMA).

Kelas tersebut berupa kegiatan memasak bersama dengan kader dan orang tua balita yang status gizinya bermasalah.

Nantinya, kata Tomy, masakan itu dikonsumsi oleh anak yang bermasalah status gizinya. Kemudian setelahnya, petugas mengedukasi kesehatan, dan melalukan pengukuran antropometri (berat dan tinggi badan).

“Satu sesi kelas bintang berlangsung 10 hari, selama tiga bulan.Tujuan program tersebut adalah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan orangtua balita,” kata dia.

“Kami mendapat donasi dari bank BNI berupa bahan makanan dan dari OTOO (alat ukur tinggi badan),” ujarnya menambahkan.

Selain kelas BIMA, ada juga kelas KOMET (kelas informasi agar kader terampil), kelas PLANET (pusat pelatihan dan pengetahuan orang tua). Lalu, kelas BINTANG (bimbingan dan rehabilitasi anak yang tidak naik timbangannya) dan METEOR (media terpadu dan informatif).

  • Bagikan