Realitarakyat.com – Pendiri dan Ketua Forum Satu Bangsa Hery Haryanto Azumi berharap elite politik di Indonesia melibatkan kelompok arus bawah saat membentuk koalisi yang menentukan berbagai kebijakan di pemerintahan dan parlemen.
“Koalisi politik punya tugas dan tanggung jawab memperjuangkan kehendak dan kepentingan rakyat, bukan hanya keinginan para elite,” kata Hery Haryanto Azumi saat berbicara pada acara diskusi virtual yang digelar oleh Center for Strategic Policy Studies (CSPS) Universitas Indonesia di Jakarta, Rabu (8/9/2021).
Ia menerangkan bahwa peta kekuatan politik di Indonesia adalah kelompok arus atas (upper current) yang terdiri atas partai-partai politik dan kelompok arus bawah (under current), yaitu berbagai kelompok masyarakat, organisasi, lembaga swadaya masyarakat, dan komunitas-komunitas informal lainnya.
“Upper current yang terbentuk dalam koalisi politik harus mengakar pada under current karena kita menginginkan politik yang membawa harapan, yang (kepentingannya) sebangun dengan harapan publik sehingga kita tidak lagi tertipu oleh program-program yang seolah-olah untuk kepentingan rakyat tetapi bukan,” kata Hery Haryanto.
Oleh karena itu, dia mendukung jika ke depan koalisi politik yang terbentuk merupakan gabungan dari kelompok arus bawah dan arus atas.
“Politik yang kita hadapi hari ini, gabungan politik dinasti dan oligarki,” ujar Hery.
Walaupun demikian, dia optimistis perubahan dapat terjadi karena adanya evaluasi lewat pemilihan umum yang berlangsung tiap 5 tahun sekali.
Ia optimistis kelompok arus bawah juga punya kekuatan dalam menentukan arah dan peta politik di Indonesia.
Herry menyebut ada sosok Abdurrahman Wahid yang populer dengan sebutan Gus Dur dan Ma’ruf Amin.
Gus Dur, menurut Hery, merupakan wakil dari kelompok arus bawah saat terpilih sebagai presiden ke-4 Republik Indonesia meskipun saat pemilu diusung oleh Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Begitu pula, Wakil Presiden RI Ma’ruf Amin juga tidak berasal dari kelompok partai politik, tetapi dari kelompok arus bawah, yaitu Majelis Ulama Indonesia.
Terkait dengan itu, Ketua CSPS UI Guntur Subagja menyampaikan pendapat yang sama dengan Hery.
Ia berpendapat terpilihnya Ma’ruf Amin sebagai wakil presiden merupakan bukti kekuatan figur dari kelompok arus bawah.
“Figur-figur masyarakat (nonpartai politik) juga punya peran memengaruhi peta politik di Indonesia,” kata Guntur saat menanggapi pendapat Hery.[prs]







