Bima Arya Minta Pembangunan Masjid Agung Kota Bogor Dikebut

masjid
Wali Kota Bogor Bima Arya/Net

Realitarakyat.com – Wali Kota Bogor Bima Arya meminta pembangunan Masjid Agung Kota Bogor dikebut sebab pengerjaannya baru mencapai 37%. Salah satu upaya untuk mempercepat pembangunan masjid tersebut adalah dengan menambah pekerja bangunan.

Hal itu dikatakan Bima seusai meninjau proyek pembangunan Masjid Agung di Jalan Dewi Sartika, Bogor Tengah, Sabtu (6/11/2021). Hingga akhir tahun 2021, pengerjaan difokuskan pada pemasangan atap dan kolom spiral dengan anggaran Rp 31 miliar.

“Tahun ini pengerjaan Masjid Agung fokus untuk membangun atap dan kolom spiral. Hari ini saya cek sudah 37%. Ada deviasi sekitar 9%,” ungkap Bima Arya.

Bima Arya melihat ada faktor cuaca dan teknis yang mempengaruhi pengerjaan. “Saya minta ditambah pekerjanya dari yang sekarang. Kemudian shif-nya juga ditambah tetapi tetap menjaga kualitas dan safety diperhatikan. Saya tidak mau ada keterlambatan. Jadi diusahakan kerja keras supaya tepat waktu. Karena ditunggu umat muslim se-Kota Bogor,” ujar Bima.

Dihadapan kontraktor, Bima Arya menegaskan, dirinya akan mengawasi proyek tersebut secara intens.

“Saya akan awasi terus. Saya akan intens mengawasi ini bersama dinas, bersama camat untuk memastikan pengerjaan ini tepat waktu,” tegasnya.

Pengerjaan fase ini dianggarkan Rp 31 miliar dan diharapkan bisa terserap maksimal hingga akhir 2021. Untuk tahun depan, lanjut Bima, akan dianggarkan Rp 27 miliar.

“Ini nanti akan membangun interiornya sehingga Insyaallah akhir tahun depan sudah bisa dimanfaatkan untuk ibadah. Kemudian 2023 berlanjut lagi extension untuk nyambung ke alun-alun, termasuk fasad-fasad sehingga terintegrasi dengan alun-alun,” beber Bima.

Sementara, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Chusnul Rozaqi menyatakan, akan meminta kontraktor untuk memaksimalkan pengerjaan dengan menambah pekerja, waktu kerja, dan menambah alat.

“Artinya, kalau sudah ditambah, ada satu grup pekerja di sisi belakang dan satu grup di sisi samping. Kita fokus dulu struktur atap, atap dan kolom spiral hingga akhir tahun ini. 2022 kita fungsionalkan sampai kepada lantai dan interiornya. Tahun 2023 dilanjutkan fasad dan extension-nya yang akan terintegrasi dengan alun-alun,” kata Chusnul.[prs]