Daerah  

BPBD Aceh Siagakan Personil di Objek Wisata karena Cuaca Ekstrem

Pemulihan Ekonomi
Ilustrasi (Ist)

Realitarakyat.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Tamiang menyiagakan personel di sejumlah objek wisata menyusul cuaca ekstrem melanda daerah itu.

“Untuk pengawasan dan pemantauan, kami siagakan personel di sejumlah objek wisata. Satu titik objek wisata ada dua petugas dibantu personel Polri,” kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Aceh Tamiang Yunus di Aceh Tamiang, Sabtu (7/5).

Yunus mengatakan, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menetapkan Kabupaten Aceh Tamiang berstatus siaga bencana karena berpotensi hujan dengan intensitas tinggi.

Menurut Yunus, curah hujan yang tinggi tersebut berpotensi menimbulkan bencana banjir dan tanah longsor. Apalagi sebagian besar objek wisata di Kabupaten Aceh Tamiang berupa sungai dan air terjun

Oleh karena itu, Yunus mengimbau kepada seluruh wisatawan agar tetap waspada dengan segala kemungkinan yang terjadi. Sebab, bencana tidak pernah tahu kapan terjadi.

“Wisatawan harus mengikuti imbauan petugas di lapangan. Ini untuk mencegah hal tidak diinginkan. Jaga kesehatan, jaga keseimbangan dan salam tangguh, salam kemanusiaan,” kata Yunus.

Sementara itu, Datok Penghulu (Kepala Desa) Kampung Selamat, Suherman Bejo di Kecamatan Tenggulun, Kabupaten Aceh Tamiang mengatakan, objek wisata Gunung Pandan ditutup karena cuaca ekstrem.

“Saat itu, curah hujan tinggi. Tapi, sekarang objek wisata Gunung Pandan dibuka kembali, walau sekarang masih hujan, namun intensitasnya ringan dan tidak terlalu lama,” kata Suherman Bejo.

Ia mengatakan, pengunjung ramai berdatangan ke wisata Gunung Pandan mulai hari kedua Idul Fitri. Kunjungan wisatawan meningkat pada akhir pekan ini di akhir libur lebaran.

“Pengunjung umumnya dari Kabupaten Aceh Tamiang. Ada juga dari Kota Langsa dan Kabupaten Aceh Timur. Sedangkan dari luar Aceh ada dari Langkat, Sumatera Utara,” katanya.

Untuk keamanan dan kenyamanan pengunjung, kata Suherman, pihaknya bekerja sama dengan kelompok sadar wisata menempatkan anak-anak muda yang sudah dilatih oleh BPBD di titik-titik yang rawan.

“Ini bentuk antisipasi jika terjadi bencana di lokasi wisata. Kami tidak ingin terulang musibah banjir bandang November tahun lalu sampai menelan korban jiwa,” katanya.