Realitarakyat.com – Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Sitti Rohmi Djalilah mengajak kabupaten dan kota di wilayah itu berkolaborasi dan bersinergi dalam menangani persoalan stunting.
“Karena kuncinya harus bersama, berkolaborasi dan bersinergi antara semua pihak,” kata Wagub NTB, saat menerima kunjungan Inspektur Wilayah I BKKBN Maria Vianney Cinggih Widanarti di Mataram, Jumat (10/6).
Wagub mengatakan tidak mungkin percepatan dalam menangani stunting, dilakukan sendiri atau hanya lembaga atau OPD terkait, namun dibutuhkan kerja sama dan kolaborasi dari pemerintah pusat, provinsi, kabupaten dan kota hingga tingkat desa.
Selain itu, antara satu lembaga atau pemerintah harus terbangun komunikasi dan koordinasi yang intens untuk menyamakan persepsi, sehingga data atau informasi, termasuk serapan anggaran untuk stunting, tepat sasaran di lapangan.
“Hilangkan ego sektoral, saling menunggu, sehingga saling menyalahkan. Perkuat koordinasi dan komunikasi antarpihak,” ucap Rohmi.
Ia menegaskan program BKKBN ini dapat disinergikan dengan pemprov, kabupaten dan kota, untuk penanganan stunting melalui posyandu keluarga, di mana sudah dibentuk 7.000 lebih dan tersebar di pelosok desa se-NTB.
Karena penanganan stunting ini butuh data yang akurat. Kader posyandu keluarga bersama tim pendataan BKKB dapat bersama menyinkronkan data.
“Sehingga kita dapat bekerja dengan data yang valid dan tepat sasaran, baik untuk anak yang sudah menderita stunting atau berpotensi, agar cepat tertangani,” katanya.
Wagub juga menyinggung persoalan pernikahan anak yang masih terjadi di tengah masyarakat. Untuk itu, posyandu keluarga dapat menjadi media edukasi agar tidak terjadi pernikahan di bawah umur.
“Ini terjadi, akibat masyarakat masih minim pemahaman akibat dari pernikahan dini dan belum siapnya pasangan yang masih sekolah,” katanya.
Maka, menurut dia, harus diperbanyak sosialisasi dan edukasi, termasuk terus mengampanyekan perda untuk mencegah perkawinan anak di NTB.
Sementara itu, Inspektur Wilayah I BKKBN Maria Vianney Cinggih Widanarti mengatakan sinergi dan kolaborasi ini sangat dibutuhkan untuk mempercepat penanganan stunting di NTB.
“Kami sangat setuju dengan apa yang disampaikan ibu wagub,” katanya.







