Dorong Kemandirian Ekonomi, Baznas Gelar Pelatihan Wirausaha terhadap 5.000 Santri

  • Bagikan
Dorong Kemandirian Ekonomi, Baznas Gelar Pelatihan Wirausaha terhadap 5.000 Santri
Ketua Baznas Noor Achmad /net
image_pdfimage_print

Realitarakyat.com – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) menggelar pelatihan wirausaha bagi sebanyak 5.000 orang dalam program Santripreneur sebagai upaya mendorong kemandirian ekonomi para santri.

“Harapan kita semuanya dengan santripreneur tersebut akan menjadikan para santri kreatif dalam menjalankan usaha, sehingga menuju arah kesuksesan dan bermanfaat bagi sekitar,” kata Ketua Baznas Noor Achmad di Jakarta, Kamis (21/7/2022).

Program Baznas Santripreneur, katanya, merupakan program pembinaan, pendampingan, dan pelatihan bisnis serta bantuan modal usaha yang ditujukan kepada para alumni santri demi menguatkan dan meningkatkan kesejahteraan.

Ia menjelaskan Santripreneur menyasar para alumni santri yang datang dari keluarga mustahik (penerima manfaat), yang diharapkan dapat berperan penting dalam peningkatan kesejahteraan hidup mereka.

Dengan bekal berwirausaha, kata dia, para alumni santri diharapkan dapat menjadi role model kesuksesan dan menjadi contoh baik bagi orang sekitar.

“Baznas mempunyai keinginan agar para santri dapat menjadi muzaki (pemberi manfaat) di kemudian hari, agar para santri pada akhirnya akan menguasai perekonomian yang ada di Indonesia dan dunia,” kata Noor Achmad.

Sementara itu, Pimpinan Baznas Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Saidah Sakwan mengatakan program Santripreneur adalah bagian dari upaya lembaganya dalam memberdayakan potensi dan sosial kapital pesantren.

“Karena kalau dilihat dari jumlah pesantren di Indonesia kita punya 34.632 pesantren yang santrinya mencapai sekitar 4,7 juta. Ini adalah sosial kapital yang akan diberdayakan oleh Baznas, yang akan jadi penggerak ekonomi dan memunculkan inovator-inovator berbasis pesantren,” katanya.

Menurutnya, Baznas ingin menjadikan pesantren menjadi pusat pendayagunaan ekonomi yang menyasar pada tiga pilar. Pertama, Baznas ingin program Santripreneur ini bisa memperkuat kelembagaan pesantren.

“Jadi istilah kami itu pesantren menjadi simpul kesejahteraan baru. Kita ingin menciptakan pesantren akan menjadi penguatan atau simpul ekonomi umat,” katanya.

Kemudian pilar sosial, yakni memperkuat lingkungan sekitar. Para santri yang sudah berdaya, maka mereka akan menjadi simpul atau orang-orang yang bisa memberdayakan sekitarnya. Terakhir, Baznas ingin program ini bisa memperkuat membangun kemandirian santri di lingkungannya.

“Kita perkuat SDM santrinya agar membangun kemandirian para santri dalam berwirausaha,” demikian Saidah Sakwan. (ndi)

  • Bagikan