Prabowo Lantik Suyudi Jadi Kapori, Wahyu Jadi Waka Polri

Prabowo Lantik Suyudi Jadi Kapori, Wahyu Jadi Waka Polri

Realitarakyat.com – Tongkat estafet kepemimpinan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) resmi berpindah tangan. Presiden Prabowo Subianto, Kamis, melantik Jenderal Pol. Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri menggantikan Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo dalam upacara di Istana Negara, Jakarta.

Pelantikan tersebut sekaligus menandai dimulainya era baru di tubuh Polri. Bersamaan dengan itu, Komjen Pol. Wahyu Hadiningrat juga resmi dilantik sebagai Wakapolri menggantikan Komjen Pol. Dedi Prasetyo.

Prosesi pelantikan diawali dengan pembacaan keputusan presiden mengenai pemberhentian dan pengangkatan pimpinan Polri. Dalam keputusan tersebut, Presiden memberikan pemberhentian dengan hormat kepada Listyo Sigit Prabowo dan Dedi Prasetyo, seraya menyampaikan penghargaan atas pengabdian keduanya selama menjalankan tugas negara.

Suyudi dan Wahyu kemudian mengucapkan sumpah jabatan di hadapan Presiden. Keduanya berjanji menjalankan amanah sesuai konstitusi dan peraturan perundang-undangan dengan penuh tanggung jawab.

Momen penting pelantikan ditandai dengan penyematan tanda pangkat dan tanda jabatan. Presiden Prabowo secara langsung melepas tanda pangkat Komisaris Jenderal yang sebelumnya dikenakan Suyudi dan menggantinya dengan pangkat Jenderal Polisi sebagai simbol resmi kepemimpinan tertinggi di Korps Bhayangkara.

Prosesi serupa juga dilakukan kepada Wahyu Hadiningrat yang kini menduduki posisi Wakapolri berpangkat Komisaris Jenderal.

Usai pengambilan sumpah dan penandatanganan berita acara pelantikan, Presiden memberikan ucapan selamat kepada kedua perwira tinggi tersebut. Kehadiran Suyudi dan Wahyu di pucuk pimpinan Polri diharapkan mampu menjaga kesinambungan transformasi institusi sekaligus menjawab tantangan keamanan yang semakin kompleks.

Pergantian kepemimpinan ini berlangsung setelah DPR RI memberikan persetujuan terhadap pengangkatan Suyudi sebagai Kapolri. Dengan demikian, proses transisi berjalan tanpa kekosongan jabatan dan memastikan roda organisasi Polri tetap berjalan secara optimal.

Perhatian publik kini tertuju pada langkah awal Suyudi dalam memimpin institusi kepolisian. Berbekal pengalaman di berbagai posisi strategis, mantan Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) itu menghadapi tantangan untuk memperkuat profesionalisme, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta menjaga kepercayaan masyarakat terhadap Polri.

Di sisi lain, pelantikan Wahyu Hadiningrat sebagai Wakapolri diharapkan dapat memperkuat soliditas jajaran kepemimpinan Polri dalam mengawal berbagai program transformasi yang telah berjalan selama beberapa tahun terakhir.

Dengan resmi menyandang pangkat jenderal bintang empat, Suyudi kini memikul tanggung jawab besar sebagai orang nomor satu di Korps Bhayangkara. Tantangan keamanan nasional, perkembangan teknologi, hingga tuntutan pelayanan publik yang semakin tinggi menjadi pekerjaan rumah yang menanti kepemimpinannya.(Din)