Begini Cara Jember Kendalikan Laju Inflasi

Inflasi, Mengendalikan Inflasi, Inflasi, Kendalikan Inflasi, Isu Inflasi, Kota Ambon, Laju Inflasi, Inflasi, Indef
ilustrasi /net

Realitarakyat.com – Bupati Jember Hendy Siswanto memaparkan 10 solusi pengendalian laju inflasi untuk mencegah kepanikan masyarakat terhadap sejumlah komoditas yang diprediksi naik dan masalah ekonomi global.

“Saat ini apa yang terjadi di belahan dunia lain berpotensi juga memberikan dampak inflasi di Jember. Seperti perang Rusia-Ukraina berdampak pada menurunnya ekspor nonmigas Indonesia, kemudian menghambat impor gandum dan memiliki potensi menaikkan harga bahan pangan,” katanya dalam rapat Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) di Pendapa Wahyawibawagraha Jember, Kamis (1/9) sore.

Dalam pertemuan TPID itu diikuti oleh beberapa pejabat dari Bank Indonesia Jember, Badan Pusat Statistik, Polres Kodim 0824, Pertamina, Hiswanamigas, Bulog, Kejari, PN Jember, dan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan pemerintah kabupaten setempat.

Ia mengatakan pihaknya tengah menindaklanjuti hasil rapat bersama dengan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) dan Menteri Koordinasi Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menkomarves).

“Ada instruksi dari presiden bahwa tiga hingga empat bulan ke depan harus mewaspadai adanya inflasi, sehingga kami memberikan 10 solusi untuk pengendalian laju inflasi di Jember,” tuturnya.

Solusi yang dipaparkan yakni komunikasi publik agar masyarakat tidak panik, mengaktifkan TPID, mengaktifkan Satgas Pangan, BBM subsidi tepat sasaran, gerakan hemat energi, gerakan tanam pangan cepat panen.

Kemudian kerja sama antar daerah, intensifikasi jaring pengaman sosial, informasi laju inflasi secara berkala, dan kunci utama isu pengendalian inflasi menjadikan prioritas dengan sinergi semua pemangku kepentingan.

“Untuk tetap menjaga angka inflasi tidak membengkak yakni terus meningkatkan pendapatan masyarakat agar daya beli tetap kuat, selain itu ada beberapa langkah penghematan,” katanya.

Selain itu, lanjut dia, Pemkab Jember juga membentuk Tim Sadar Inflasi di tingkat kecamatan yang akan turun mengedukasi masyarakat hingga ke pelosok desa.

“Tim sadar inflasi tingkat kecamatan tersebut bertugas untuk melaksanakan beberapa agenda seperti pengadaan pasar murah, sosialisasi hidup lebih hemat, mengurangi konsumsi BBM, beralih naik sepeda ke kantor, serta mengurangi penggunaan listrik,” ujarnya.