Menlu Retno Ajak OKI Atasi Tantangan Global

  • Bagikan
retno
Menlu Retno Marsudi/Net
image_pdfimage_print

Realitarakyat.com – Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi mengajak negara anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) untuk bekerja sama mengatasi tantangan global.

Dalam pertemuan tahunan OKI di sela-sela Sidang Majelis Umum ke-77 Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York pada Kamis, Retno mengingatkan para menlu OKI bahwa dunia Islam sedang menghadapi tantangan yang kompleks.

”Umat Islam menghadapi tidak hanya tantangan ekonomi sebagai akibat dari pandemi, tetapi juga dampak konflik di Ukraina,” kata dia, seperti disampaikan melalui rilis pers Kemlu RI, Jumat (23/9/2022).

Selain itu, Menlu Retno mengatakan bahwa anggota OKI yang terlibat dalam konflik geopolitik justru akan merugikan kepentingan umat Islam secara keseluruhan.

Untuk ambil bagian dalam penyelesaian tantangan global, Retno mengusulkan OKI agar mengedepankan semangat perdamaian, percepatan pemulihan ekonomi, dan pemberdayaan perempuan di dunia Islam.

Semangat perdamaian dinilai penting mengingat saat ini banyak konflik terjadi di dunia Islam yang seringkali merupakan akibat dari persaingan geopolitik. Dalam konteks ini, Menlu RI menegaskan perlunya OKI memberi perhatian khusus pada penyelesaian konflik Palestina.

Selain itu, Menlu Retno menyoroti sulitnya OKI mencapai Agenda Pembangunan 2030 dan memulihkan ekonomi akibat pandemi. Dia kemudian mengajak OKI untuk menyuarakan keadilan dalam tata ekonomi global.

Lebih lanjut, Menlu Retno juga menegaskan besarnya peran perempuan dalam sejarah peradaban Islam dan keyakinan Indonesia bahwa pemberdayaan perempuan selaras dengan ajaran Islam.

Retno menutup pernyataannya dengan menegaskan kembali komitmen Indonesia kepada OKI dan kepentingan umat Islam.

Pertemuan Tahunan Menlu OKI di New York dipimpin oleh Menlu Pakistan sebagai Ketua para menlu OKI periode 2022-2023.

Selain Menlu RI, pertemuan juga dihadiri Sekjen OKI dan menlu negara-negara anggota OKI seperti Arab Saudi, Palestina, Aljazair, Irak, Senegal, Malaysia, Qatar, Yaman, dan Turki. (ndi)

  • Bagikan