Realitarakyat.com – Di tengah aksi unjuk rasa penuh ketegangan yang telah berlangsung selama delapan hari, pihak Universitas Columbia telah memperpanjang negosiasi dengan para aktivis pro Palestina.
Seorang juru bicara Universitas Columbia mengatakan bahwa negosiasi kini akan dilanjutkan selama 48 jam ke depan menyusul pencapaian dalam diskusi.
Pernyataan itu disampaikan tak lama setelah Minouche Shafik, Presiden Universitas Columbia mengatakan bahwa para pengunjuk rasa pro Palestina memiliki waktu hingga tengah malam untuk mencapai kesepakatan, atau pihak universitas akan mencari “opsi alternatif” untuk membongkar perkemahan tersebut.
Aksi unjuk rasa pro-Palestina meluas ke sejumlah universitas di seluruh Amerika Serikat.
Menurut sejumlah laporan setempat, lebih dari 130 orang ditangkap pada Senin (22/4) dalam aksi unjuk rasa pro-Palestina di Universitas New York.
Di Universitas Yale saja, sedikitnya 45 orang ditangkap dan didakwa melakukan pelanggaran setelah menolak untuk membubarkan diri dari aksi unjuk rasa di kampus.
Mahasiswa yang menempati West Lawn di Universitas Columbia mengatakan mereka berencana untuk tetap tinggal sampai pihak universitas memenuhi tuntutan mereka agar melakukan divestasi dari segala sesuatu yang berhubungan dengan Israel.
Perkuliahan di kampus utama Universitas Columbia masih menerapkan format virtual dan tatap muka, menyusul penangkapan lebih dari 100 mahasiswa pekan lalu.







