Prancis Tantang AS-China di Arena AI

Prancis Tantang AS-China di Arena AI

Realitarakyat.com  — Persaingan teknologi kecerdasan buatan (AI) yang selama ini didominasi Amerika Serikat dan China mulai diramaikan pemain Eropa. Prancis melalui perusahaan rintisan Mistral AI meluncurkan model terbaru yang diklaim mampu bersaing di jajaran teknologi AI terbuka terkemuka dunia.

Model bernama Mistral Large 4 (ML4) atau Le Chonk itu memiliki sekitar 1 triliun parameter. Mistral menyebut model tersebut dirancang untuk menangani beragam kebutuhan, mulai dari pertahanan siber, pemrograman, manufaktur, sektor keuangan, hingga pemrosesan multimodal.

ML4 untuk sementara dirilis dalam tahap pratinjau bagi pengembang, pemimpin keamanan siber, serta otoritas pemerintahan. Peluncuran secara lebih luas dijadwalkan berlangsung pada akhir Oktober 2026.

Dalam pengembangannya, Mistral menggunakan sekitar 4.000 GPU Nvidia Grace Blackwell selama lebih dari dua bulan. Perusahaan menyatakan ML4 masuk dalam jajaran model open-weight dengan performa tinggi berdasarkan sejumlah pengujian agregat.

Mistral juga mengklaim kemampuan ML4 berada pada level yang kompetitif dengan model open-weight kuat yang dikembangkan di luar China.

Pendiri sekaligus kepala ilmuwan Mistral, Guillaume Lample, mengatakan salah satu fokus utama ML4 adalah kemampuan pertahanan siber.

“Kemampuan pertahanan siber memungkinkan perusahaan dan pemerintah membela diri dari pelaku yang membobol model tertutup untuk melakukan serangan siber,” kata Lample, dikutip CNBC International, Kamis (8/10/2026).

Mistral kini berupaya memperkuat posisinya sebagai salah satu jawaban Eropa terhadap dominasi perusahaan AI Amerika Serikat, seperti OpenAI dan Anthropic.

Langkah tersebut mendapat dukungan finansial besar. Pada September 2026, Mistral mengumumkan pendanaan Seri D senilai 3 miliar euro, yang membawa valuasi perusahaan menjadi sekitar 21 miliar euro.

Lample mengatakan suntikan modal tersebut akan membantu perusahaan meningkatkan kemampuan model AI yang dikembangkannya.

Persaingan juga semakin ramai di segmen model AI open-weight. Perhatian terhadap teknologi tersebut meningkat setelah terjadinya insiden keamanan yang melibatkan Hugging Face dan agen AI OpenAI.

Di Amerika Serikat, startup Reflection AI yang mendapat dukungan Nvidia juga meluncurkan model terbuka pertamanya. Perusahaan tersebut mengklaim modelnya memiliki kemampuan yang sebanding dengan GLM 5.2 dari perusahaan AI China, Z.ai.

Kemunculan berbagai model baru menunjukkan pertarungan AI global kini tidak hanya soal siapa yang memiliki model paling kuat, tetapi juga siapa yang mampu menyediakan teknologi terbuka, aman, dan dapat digunakan untuk kebutuhan industri maupun pemerintahan.

Bagi Eropa, langkah Mistral menjadi upaya memperkuat kemandirian teknologi di tengah persaingan AI yang semakin terkonsentrasi antara Amerika Serikat dan China.(Arp)