Realitarakyat.com – Seorang bocah perempuan berusia 7 tahun DI Teluknaga, Tangerang meninggal dunia setelah dihabisi LN (40).
LN merupakan tante bocah malang tersebut. Bocah perempuan itu meninggal dunia usai dibuang tantenya di tempat penyimpanan dupa.
Sebelumnya, LN terlebih dulu membekap korban dengan bantal. Setelah korban tak berdaya, LN kemudian membawa bocah malang itu ke tempat penyimpanan dupa.
Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Zain Dwi Nugroho mengungkap sejumlah fakta mengenai peristiwa kasus pembunuhan itu.
Peristiwa pembunuhan itu terjadi pada Senin (22/4) sekitar pukul 20.00 WIB. Berdasarkan keterangan para saksi dan petunjuk, polisi menangkap pelaku yang tak lain adalah tantenya sendiri.
LN ditangkap di rumah suaminya di Rawa Lumpang Kosambi, Kabupaten Tangerang. Tante korban pun tak bisa berkutik ketika ditangkap petugas.
“Setelah dilakukan interogasi, LN mengakui perbuatannya yang telah menghabisi nyawa korban dengan cara membekap korban menggunakan bantal selama kurang lebih 10 menit,” kata dia kepada wartawan, Kamis (25/4).
LN pun mengaku tega menghabisi nyawa keponakannya itu karena sakit hati kepada ibu korban. LN sakit hati tak diberi pinjam uang Rp 300 ribu.
“Untuk motif, pelaku melakukan perbuatannya karena sakit hati kepada ibu korban saat ingin meminjam uang Rp 300 ribu, tidak diberikan,” kata dia.
Atas perbuatannya itu, LN dijerat dengan pasal kekerasan terhadap anak yang menyebabkan anak meninggal dunia (pembunuhan) sebagai dimaksud dalam pasal 80 ayat (3) jo pasal 76 C UU No.23 tahun 2002 tentang perlindungan anak atau pasal 338 KUHP.
“Dengan ancaman hukuman pidana penjara 15 tahun,” kata dia.
Awal mula terungkapnya kasus ini, ketika orang tua EV mencari-cari korban. Pasalnya, EV tidak pulang ke rumahnya sejak keluar bermain pada pagi hari.
Ibu korban kemudian menelepon suaminya dan memberitahukan bahwa korban bermain sejak pagi hingga siang tidak pulang ke rumah.
“Korban EV terakhir kali terlihat pada pukul 07.00 WIB. Namun, hingga pukul 11.30 WIB korban tidak kunjung pulang ke rumah,” jelas dia.
Orang tua bersama warga lainnya pun kemudian mencari-cari EV. Tapi demikian, korban baru ditemukan sekitar pukul 20.00 WIB di sebuah tempat penyimpanan dupa yang berjarak sekitar 10 meter dari rumahnya.
“Korban diketemukan di dalam terpal tempat penyimpanan hio (dupa untuk sembahyang) dengan posisi sudah dalam keadaan lemas,” katanya.
Keluarga membawa EV ke Rumah Sakit Bun Kosambi, Kota Tangerang. Sesampainya di rumah sakit, korban dinyatakan telah meninggal dunia.







