ID FOOD Ditugaskan Impor Bawang Putih dari China

Bawang Putih, ID FOOD
Bawang Putih//Net/ilustrasi

Realitarakyat.com – PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) atau ID FOOD ditugaskan untuk mengimpor komoditas bawang putih sebanyak 20 ribu ton untuk stok cadangan pangan pemerintah (CPP).

Hal itu disampaikan Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi berdasarkan putusan dalam Rakortas bersama Menko Perekonimian Airlangga Hartarto.

“Dicoba dulu 20 ribu ton (bawang putih) untuk cadangan stok,” kata Arief di sela halal bihalal bersama awak media di Jakarta, Jumat (19/4).

ID FOOD ditugaskan melakukan impor bawang putih ke negara China.

“Penugasanya dari hasil Rakortas terakhir sebelum Lebaran kemarin, dikasih 20 ribu ton penugasan kepada ID FOOD,” tutur Arief.

Pengadaan impor bawang putih untuk cadangan pangan pemerintah oleh ID FOOD akan menggunakan anggaran sebesar Rp28,7 triliun yang telah disiapkan Kementerian Keuangan (Kemenkeu).

“Anggarannya kan udah ada dari Kementerian Keuangan Rp28,7 triliun bisa dipakai bekerja sama dengan Himbara dana murah, tinggal BUMN pangan bersama dengan BUMN Himbara itu melakukan kerja sama,” jelas Arief.

Meski begitu Arief tidak menyebut kapan impor komoditas tersebut mulai dilakukan. Tapi, hal itu perlu didorong agar komoditas bawang putih yang akan diimpor bisa segera masuk.

“Harus secepatnya, karena ini yang harus didorong. Jadi begitu rapat koordinasi terbatas itu harusnya Kementerian Pertanian udah langsung RIPH (Rekomendasi Impor Produk Hortikultura). Kemudian Kementerian Perdagangan harus langsung berikan izin impor (Surat Persetujuan Impor/SPI),” katanya.

Penugasan impor bawang putih oleh ID FOOD merupakan penugasan komersial yang dimana mendapat subsidi bunga.

“Jadi penugasan (pemerintah) itu ada dua yang sifatnya komersial yang satu lagi PSO (Public Service Obligation). Yang bawang putih ini komersial, subsidinya kan nantinya di cadangan pangan pemerintah, subsidi bunga jadi kalau bunga subsidi normal itu sekarang angkanya di atas 10 persen, tapi pemerintah memberikan keringanan subsidi bunga (4 persen),” kata Arief.

Nantinya jika komoditas bawang putih yang diimpor tersebut sudah sampai ke Tanah Air, maka akan dijual dengan harga yang wajar dan akan dipantau oleh pemerintah.