Realitarakyat.com — Perusahaan patungan migas Eni asal Italia dan Petronas asal Malaysia, Searah, melepas sebagian hak partisipasi di tujuh blok minyak dan gas bumi (migas) di Cekungan Kutai, Kalimantan Timur, kepada dua perusahaan nasional, yakni PT Pertamina Hulu Energi (PHE) dan PT Medco Energi Internasional Tbk.
Melalui transaksi tersebut, PHE dan Medco masing-masing mengambil alih 10 persen hak partisipasi di blok-blok migas yang memiliki tahapan operasi berbeda, mulai dari produksi, pengembangan, hingga eksplorasi.
Langkah ini diharapkan memperkuat keterlibatan perusahaan nasional dalam pengelolaan sumber daya migas sekaligus mengoptimalkan potensi pasokan gas untuk kebutuhan dalam negeri.
Direktur Utama PHE Sunaryanto mengatakan, akuisisi tersebut merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk memperkuat portofolio bisnis hulu migas dan menjaga keberlanjutan produksi nasional.
“Akuisisi ini merupakan bagian dari strategi PHE untuk terus memperkuat portofolio hulu migas melalui investasi pada aset yang memiliki fundamental kuat, potensi sumber daya yang besar, serta memberikan nilai tambah bagi perusahaan dan negara,” kata Sunaryanto dalam keterangan resmi yang dikutip Rabu (14/10/2026).
Melalui perjanjian jual beli atau Sales and Purchase Agreement (SPA) pada Oktober 2026, PHE mengambil alih 10 persen hak partisipasi di tiga blok migas yang dikelola Searah, yakni North Ganal, Rapak, dan East Sepinggan.
Khusus di Blok East Sepinggan, kepemilikan hak partisipasi PHE meningkat menjadi 25 persen dari sebelumnya 15 persen.
Sunaryanto menilai, keterlibatan Pertamina di wilayah kerja tersebut dapat memperkuat sinergi pengembangan migas di Kalimantan Timur.
“Kehadiran Pertamina di wilayah kerja ini juga akan semakin memperkuat sinergi pengembangan migas di Kalimantan Timur,” ujarnya.
Sementara itu, Medco Energi menyepakati akuisisi 10 persen hak partisipasi non-operator dari Eni di empat kontrak bagi hasil atau Production Sharing Contract (PSC), yaitu Muara Bakau, Ganal, West Ganal, dan East Ganal.
Keempat blok tersebut juga berada di Cekungan Kutai dan dikelola Searah. Blok Muara Bakau telah memasuki tahap produksi, sedangkan Ganal dan West Ganal berada dalam tahap pengembangan. Adapun East Ganal masih dalam tahap eksplorasi dan mencakup penemuan gas di lapangan Geliga.
CEO Medco Energi Ronald Gunawan mengatakan, transaksi tersebut memperluas portofolio perusahaan di Indonesia sekaligus memperkuat keterlibatannya dalam rantai pasok gas alam cair atau liquefied natural gas (LNG).
“Transaksi ini melengkapi portofolio kami di Indonesia, memperluas kehadiran kami dalam rantai pasokan LNG yang telah terbangun dengan dukungan infrastruktur dan operasi berkelas dunia,” kata Ronald dalam keterangan tertulis, Senin (12/10/2026).
Masuknya PHE dan Medco ke tujuh blok migas tersebut juga diarahkan untuk mengoptimalkan potensi gas di Cekungan Kutai. Kawasan ini dinilai strategis karena terhubung dengan infrastruktur LNG nasional di Kalimantan Timur.
Investasi tersebut juga membuka peluang untuk mendukung percepatan Proyek Strategis Nasional Kutei North Hub dan memperkuat sinergi operasional dengan fasilitas pengolahan LNG PT Badak NGL.
Dengan keterlibatan perusahaan nasional dalam kepemilikan hak partisipasi, pengembangan blok-blok tersebut diharapkan dapat memberikan nilai tambah bagi industri migas Indonesia, memperkuat pasokan gas, serta meningkatkan pemanfaatan infrastruktur energi yang telah tersedia.
Meski demikian, kontribusi transaksi terhadap produksi dan pasokan gas nasional akan bergantung pada tahapan pengembangan setiap blok, realisasi investasi, serta keberhasilan kegiatan eksplorasi dan pengembangan lapangan.(Din)







