Demi Keamanaan Pemudik, Terminal, Pelabuhan dan Tol Diawasi CCTV

Pemudik, CCTV
Ilustrasi gambar/DOK/NET

Realitarakyat.com – Demi menjaga keamanan penumpang selam arus mudik lebaran 2024, sejumlah terminal memperketat pengawasan mobilitas pemudik melalui CCTV.

Seperti halnya dilakukan Terminal Tipe A Rajabasa, Bandarlampung, Provinsi Lampung. Mereka memasang 16 CCTV guna menjamin keamanan penumpang atau pemudik pada masa mudik Lebaran 2024.

Kepala Terminal Tipe A Rajabasa Bandarlampung, Marsusi mengungkap, selain CCTV, di Terminal Rajabasa juga sudah ada posko terpadu yang di dalamnya terdapat pihak TNI dan Polri serta Satpol PP yang siap bertindak apabila ada kejadian yang tidak diinginkan.

“Jadi, kami harap dengan upaya pemasangan CCTV dan posko terpadu yang ada di sini, serta infrastruktur yang sudah dibenahi, pemudik dan penumpang dapat aman dan nyaman singgah di Terminal Rajabasa,” kata dia kepada wartawan, Minggu (7/4).

Untuk memperlancar mobilitas pemudik, pihaknya juga berkoordinasi dengan Damri serta Perusahaan Otobus (PO) Puspa Jaya dalam memitigasi apabila terjadi penumpukan penumpang.

“Kalau ada penumpukan penumpang kami sudah koordinasi dengan Damri dan Puspa Jaya, jadi sewaktu-waktu bila diperlukan mereka siap untuk mengangkut penumpang di sini,” kata dia.

Situasi terkini di Terminal Rajabasa sudah mulai ada peningkatan meski tidak signifikan.

“Jumlah bus AKAP dari Bakauheni maupun dari daerah lain di provinsi yang masuk ke terminal sudah terlihat meningkat sejak pukul 01.00 WIB,” kata dia.

Namun, peningkatan volume kendaraan AKAP maupun AKDP tidak sampai membuat adanya penumpukan pemudik di Terminal Rajabasa.

“Dari Rabu (3/4) hingga kini jumlah kedatangan di Terminal Rajabasa tercatat 1.792 orang, sedangkan untuk keberangkatan 2.003 orang,” kata dia.

Tak hanya di terminal, sebanyak 146 CCTV dipasang di Pelabuhan Merak, Banten.

Itu juga dilakukan sebagai pengawasan mobilitas pemudik saat arus mudik lebaran 2024 di sekitar Pelabuhan.

Semua area di Pelabuhan Merak telah terpasang CCTV, terutama pada area-area umum di sekitar Pelabuhan.

“Totalnya ada 146 CCTV yang terpasang, dengan adanya pemasangan CCTV ini kita juga jadi lebih mudah dalam melakukan pengawasan,” kata General Manager PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Utama Merak, Suharto.

Saat ini di Pelabuhan Merak telah mengoperasikan sebanyak tujuh dermaga. Satu dermaga untuk kapal ekspres dan enam dermaga lainnya untuk dermaga reguler.

Seluruh dermaga yang ada di Pelabuhan Merak sudah bisa disandari oleh semua kapal-kapal besar, karena sudah ada peningkatan pada kapasitas dermaga yaitu di dermaga 2.

“Pada tahun ini ada peningkatan kapasitas dermaga yakni di dermaga 2, yang tahun lalu hanya bisa disandari kapal-kapal di bawah 10.000 tapi pada tahun ini bisa disandari kapal di atas 10 ribu. Artinya tahun ini, seluruh dermaga yang ada di Pelabuhan Merak ini sudah bisa disandari semua kapal-kapal besar,” katanya.

Sementara untuk antisipasi adanya lonjakan jumlah pemudik, pihaknya sudah mempersiapkannya sejak jauh hari dengan adanya pembagian lokasi penyeberangan diantaranya di Ciwandan, BBJ Bojonegara, dan Merak.

“Kalau antisipasi lonjakan pemudik, kita sudah lakukan antisipasi dari jauh hari dengan adanya pembagian di tiga tempat diantaranya di Ciwandan, BBJ Bojonegara, dan Merak,” katanya.

Pengawasan CCTV di Tol

Sekitar 100 kamera CCTV di berbagai titik di Tol Semarang-Batang, Jawa Tengah setidaknya terpasang untuk mengawasi pergerakan pemudik pada arus mudik Lebaran 2024.

CCTV itu terpasang di ruas jalan maupun tempat-tempat istirahat yang ada di sepanjang jalan tol.

“CCTV tersebut dapat diakses, sehingga pemudik bisa mengetahui kondisi kepadatan lalu lintas jalur yang akan dilalui,” kata Direktur Utama PT Jasa Marga Semarang Batang Nasrullah.

Salah satu titik penting di ruas tol Semarang-Barang yakni gerbang Tol Kalikangkung yang merupakan akses masuk Jawa Tengah dari arah barat.

Setidaknya 462 851 kendaraan akan melintas masuk melalui Kalikangkung dari arah Barat selama H-7 hingga H+7 Lebaran terpantau melalui CCTV.

Diperkirakan puncak arus mudik terjadi pada H-4 Lebaran atau pada 6 April 2024 dengan jumlah kendaraan melintas masuk melalui Kalikangkung mencapai 71.901 kendaraan.

Sebanyak 10 gardu pembayaran ditambah dengan 7 gardu miring telah disiapkan untuk melayani para pemudik.

“Kami juga menyiapkan 20 mobile reader untuk membantu mempercepat transaksi di gerbang tol,” katanya.

Dengan perkiraan jumlah kendaraan sebanyak itu, rasio kapasitas rasio jalan tol masih berada di bawah 0,8.

“Tol Semarang-Batang siap, daya tampung masih memadai dalam menghadapi arus mudik tahun ini,” katanya.