Satu Korban Kecelakaan Maut KM 58 Berasal dari Bogor

jasa raharja Kecelakaan Maut
Petugas tengah mengevakuasi sebuah mobil Daihatsu Terios yang terlibat kecelakaan maut di KM 58 melibatkan tiga kendaraan dan menyebabkan 12 orang meninggal dunia//Net

Realitarakyat.com – Satu jenazah korban kecelakaan maut di KM 58 Tol Jakarta-Cikampek berhasil diidentifikasi. Korban itu bernama Nazwa Ghefira, yang merupakan warga Bogor.

Nazwa Ghefira merupakan salah satu korban kecelakaan maut KM 58 yang teridentifikasi dari data primer gigi.

Setelah teridentifikasi, jenazah Nazwa kemudian diserahkan kepada ibunya, Cicih, yang sudah bereda di RSUD Karawang.

Pada kesempatan itu juga diserahkan santunan dari PT Jasa Raharja dan tali asih dari Polri kepada Nazwa Ghefira.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Jawa Barat Komisaris Besar Polisi Jules Abraham Abast mengungkap, pada saat peristiwa kecelakaan maut KM 58, tim gabungan mengevakuasi sebanyak 14 kantong jenazah ke Instalasi Forensik RSUD Karawang.

Tetapi, dipastikan ada 12 jenazah korban meninggal dunia dalam kecelakaan di KM 58 Tol Jakarta-Cikampek.

Identifikasi korban meninggal dalam kecelakaan maut KM 58 itu membutuhkan waktu, karena semua jenazah korban dalam kondisi hangus terbakar dan sulit dikenali.

Dalam peristiwa kecelakaan itu, mobil yang ditumpanginya para korban langsung terbakar setelah terlibat tabrakan dengan bus dan menghantam pagar pembatas jalan tol.

Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo pada kesempatan sebelumnya mengaku, sudah ada empat keluarga yang melakukan kegiatan antemortem di Pos Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jabar di Instalasi Forensik RSUD Karawang.

Peristiwa kecelakaan yang terjadi pada Senin (8/4) pagi di jalur contraflow KM 58 Tol Jakarta-Cikampek wilayah Kabupaten Karawang, Jawa Barat, melibatkan tiga kendaraan, yakni bus Primajasa nomor polisi B-7655-TGD, Gran Max nomor B-1635-BKT, dan Daihatsu Terios.

Dalam peristiwa kecelakaan di KM 58 itu, mobil Gran Max dan Terios hangus terbakar. Sebanyak 12 orang meninggal dunia dalam peristiwa kecelakaan itu, semuanya penumpang Gran Max.

Mereka terdiri atas atas tujuh orang laki-laki dan lima orang perempuan. Sementara dari mobil Terios tidak ada korban.

Sedangkan dari bus Primajasa terdapat dua orang yang mengalami luka-luka. Seluruh korban meninggal dunia dibawa ke Ruang Pemulasaraan Jenazah Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Karawang.