Realitarakyat.com – Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo mengungkap bahwa sistem rekayasa lalu lintas contraflow di Jalan Tol Trans Jawa akan dievaluasi pasca terjadi kecelakaan maut di KM 58.
Hal itu disampaikan Kapolri ketika disinggung mengenai kecelakaan maut di KM 58 imbas adanya contraflow, sehingga Kapolri mengatakan akan melakukan evaluasi penerapan tersebut.
Evaluasi tersebut akan memanfaatkan semua data yang dimiliki, seperti catatan yang diperoleh melalui rekaman kamera pengawas (CCTV) ataupun hasil olah tempat kejadian perkara.
“Sehingga demikian ini semua bisa digunakan untuk dilakukan perbaikan ke depan,” ucapnya dia kepada wartawan, Senin (8/4).
Meski sempat terjadi kecelakaan maut di KM 58, pemberlakuan sistem contraflow menuju arah timur sangat diperlukan untuk mengatur arus kendaraan dalam periode mudik Hari Raya Idul Fitri 1445 Hijriah.
Terlebih, berdasarkan data dari PT Jasa Marga diketahui kendaraan yang datang dari arah barat Jawa (Jakarta, Bogor, Tanggerang, Bekasi/Jabotabek) menuju arah timur ada sebanyak 605.689 unit atau meningkat 60-70 persen dibandingkan periode mudik Lebaran tahun 2023.
Ditambah lagi, hingga H-2 ini diperkirakan masih menyisakan 30 persen lagi dari total jumlah masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik Lebaran tahun ini.
“Dilakukan berdasarkan kebutuhan dan kondisi di lapangan, artinya secara manajemen ini sudah bagus, dengan membandingkan 2023 yang lalu,” kata dia.
Kecelakaan di jalur lawan arah di KM 58 Tol Jakarta-Cikampek terjadi pada Senin pagi. Kecelakaan ini melibatkan tiga kendaraan yakni Bus Primajasa Nopol B 7655 TGD, Gran Max Nopol B 1635 BKT dan Daihatsu Terios.
Selain dua orang luka-luka, terdapat 12 orang lainnya yang meninggal dunia akibat kecelakaan tersebut, terdiri atas tujuh laki-laki dan lima perempuan.
Korban meninggal dunia yang berjumlah 12 orang itu berada di ruang pemulasaran jenazah RSUD Karawang.
Pada peristiwa kecelakaan itu, mobil Gran Max dan Terios hangus terbakar. Ke-12 korban merupakan penumpang mobil Gran Max. Sedangkan dari mobil Terios tidak ada korban, dan dari bus Primajasa terdapat dua orang luka-luka.







