Realitarakyat.com – Mahasiswa di seluruh Amerika Serikat (AS), Inggris dan Eropa mendesak kampus-kampus mereka melepaskan diri entitas apa pun yang berkaitan dengan Israel.
Mahasiswa itu mendesak kampus-kampus yang ada di negara-negaranya masing-masing untuk mengungkapkan asal usul finansial mereka agar tidak terafiliasi dengan Israel karena menghabisi warga Palestina di Jalur Gaza.
Namun, aksi mahasiswa tersebut justru direspon keras olah para pengelola kampus-kampus tersebut.
Mereka menggunakan aparat penegak hukum untuk membubarkan dengan keras aksi mahasiswa itu.
Menurut catatan Anadolu, lebih dari 2.900 pengunjuk rasa ditangkap, termasuk anggota fakultas, di lebih dari 60 kampus di AS
Beberapa universitas bahkan telah menegosiasikan perjanjian dengan para pengunjuk rasa untuk membubarkan perkemahan.
Beberapa universitas telah membatalkan upacara wisuda karena protes yang sedang berlangsung, sementara demonstrasi tambahan telah berlangsung di berbagai acara wisuda sepanjang Mei 2024.
Di Amerika Serikat, Union Theological Seminary menjadi perguruan tinggi pertama yang berafiliasi dengan Columbia University mengumumkan rencana untuk melepaskan diri dari perusahaan-perusahaan yang mengambil untung dari konflik di Gaza.
Meskipun tidak disebutkan secara spesifik perusahaan-perusahaan yang dimaksud, seminari ini bertujuan untuk mengidentifikasi mereka.
Universitas lain, seperti Northwestern di Illinois, telah menjanjikan keterbukaan investasi, sementara Harvard dan Brown di Rhode Island telah setuju untuk mendiskusikan proposal dengan para pengunjuk rasa untuk menghentikan protes, tambah laporan tersebut.
Sementara itu, di kampus Sonoma State University di California, Presiden Mike Lee dibebastugaskan setelah menyatakan niatnya untuk mengupayakan divestasi dari Israel tanpa mendapatkan persetujuan yang diperlukan.
Di Australia, para mahasiswa juga melanjutkan aksi protes pro-Palestina di berbagai universitas.
Di Universitas Curtin di Australia Barat, para mahasiswa pada hari Rabu berkumpul di gedung teknik dan mendesak pemerintah untuk memutuskan hubungan dengan Lockheed Martin dan BAE Systems.
Australia telah menyaksikan banyak demonstrasi mahasiswa pro-Palestina dalam beberapa bulan terakhir.
Universitas-universitas di negara-negara seperti Norwegia, Spanyol, Italia, dan Belanda telah memutuskan untuk menangguhkan atau meninjau kembali hubungan mereka dengan Israel dan lembaga-lembaga akademik yang berafiliasi dengan Israel yang terlibat dalam konflik.







