Hamas ke Mesir Bicarakan Gencatan Senjata di Gaza

Hamas
Hamas//Net/ilustrasi

Realitarakyat.com – Delegasi kelompok pejuang Palestina, Hamas akan segera berkunjung ke Mesir untuk melanjutkan pembicaraan gencatan senjata di Jalur Gaza.

Rencana ini disampaikan menyusul percakapan telepon antara pemimpin Hamas Ismail Haniyeh dan Kepala Intelijen Mesir Abbas Kamel.

Hayeh mengatakan kepada Kamel bahwa delegasi akan segera kembali ke Mesir untuk melanjutkan pembicaraan untuk mencapai kesepakatan yang memenuhi tuntutan rakyat Palestina dan menghentikan agresi Israel.

Haniyeh juga melakukan panggilan telepon dengan Perdana Menteri Qatar Mohammed bin Abdulrahman Al Thani dan mereka sepakat untuk melanjutkan diskusi terkait gencatan senjata.

Pembicaraan tidak langsung antara Israel dan Hamas telah dilakukan di Mesir dan Qatar, yang bertujuan untuk mencapai kesepakatan pertukaran tahanan, yang mana tawanan Israel akan dibebaskan dengan imbalan pembebasan warga Palestina dari penjara-penjara Israel.

Tel Aviv yakin bahwa lebih dari 130 warga Israel ditahan di Gaza, sementara Israel menahan sekitar 9.100 warga Palestina di penjaranya.

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Antony Blinken mengklaim, Israel memberikan tawaran “murah hati” kepada Hamas untuk membebaskan warga Israel yang ditawan, yang berpotensi mengarah pada gencatan senjata di Gaza.

Tawaran baru tersebut mencakup kesediaan Israel untuk membahas “pemulihan ketenangan berkelanjutan” di Gaza setelah pembebasan awal sandera atas dasar kemanusiaan, kata dua pejabat Israel kepada situs berita Axios.

Israel telah melancarkan serangan tanpa henti di Gaza menyusul serangan lintas batas oleh kelompok Hamas Palestina pada 7 Oktober lalu. Serangan Hamas disebut Israel menewaskan sekitar 1.200 korban.

Lebih dari 34.500 warga Palestina telah terbunuh dan ribuan orang lainnya terluka akibat kehancuran massal dan kurangnya kebutuhan pokok di Gaza.

Israel juga telah memberlakukan pengepungan yang melumpuhkan wilayah kantong Palestina tersebut, hingga menyebabkan sebagian besar penduduknya, khususnya penduduk Gaza utara, berada di ambang kelaparan.

Israel kemudian di bawa Mahkamah Internasional (ICJ) karena melakukan genosida, yang pada bulan Januari mengeluarkan putusan sela yang memerintahkan Tel Aviv untuk menghentikan tindakan genosida dan mengambil tindakan untuk menjamin bahwa bantuan kemanusiaan diberikan kepada warga sipil di Gaza.