Udara di DKI Jakarta Kategori Tak Sehat

DKI Jakarta
Kualitas udara Jakarta. //Net

Realitarakyat.com – Kualitas udara DKI Jakarta masuk kategori tidak sehat dan dua terburuk di dunia di bawah Kota Medan, Sumatra Utara, Rabu (5/6).

Masyarakat direkomendasikan untuk mengenakan masker ketika beraktivitas di luar rumah maupun gedung.

Indeks kualitas udara (AQI) di DKI Jakarta berada di angka 173, dengan angka partikel halus (particulate matter/PM) 2,5 di angka konsentrasi 86 mikrogram per meter kubik.

Konsentrasi tersebut setara 17,4 kali nilai panduan kualitas udara tahunan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Situs pemantau kualitas udara dengan waktu terkini tersebut, mencatatkan bahwa DKI Jakarta sebagai kota dengan kualitas udara peringkat kedua terburuk di dunia setelah Kota Medan dengan angka 213.

Berikut kota dengan kualitas udara terburuk di dunia pada Rabu, yaitu Kota Medan (Indonesia) di angka 213, DKI Jakarta (Indonesia) 173, dan Dhaka (Bangladesh) di angka 171.

Masyarakat direkomendasikan untuk menghindari aktivitas di luar ruangan, mengenakan masker saat di luar, menutup jendela untuk menghindari udara luar yang kotor, serta menyalakan penyaring udara.

Sementara itu, data dari Sistem Informasi Lingkungan dan Kebersihan Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI menyebutkan dari lima titik pemantau menunjukkan bahwa kualitas udara di Jakarta untuk polusi udara PM2,5 berada pada kategori sedang, dan hanya satu titik pos pantau kualitas udara ada pada kategori tidak sehat.

Untuk lokasi pemantau kualitas udara yang berada di Kelapa Gading menunjukkan bahwa di angka 99 kategori sedang, Kebon Jeruk di angka 131 atau tidak sehat, Bundaran HI 89 kategori sedang, dan Jagakarsa di angka 77 atau sedang.