Realitarakyat.com – Kelompok Houthi menyatakan dengan tegas kepada Israel, tidak memiliki batasan (garis merah) dalam menghadapi serangan udara zionis, di Pelabuhan Laut Merah, Al Hudaydah.
“Tidak ada ‘garis merah’ dalam tanggapan kami terhadap agresi Zionis,” kata Juru Bicara Houthi, Mohammed Abdessalam kepada saluran berita Al Jazeera, Minggu 21 Juli 2024.
Israel telah melancarkan serangan udara yang belum pernah terjadi sebelumnya di pelabuhan Hudaydah pada Sabtu.
Bahkan seorang mantan menteri di Pemerintah Israel meminta negara-negara barat tetap mengingatkan brutalitas Tentara Israel dan Amerika Serikat.
Kedua negara tersebut harus bertanggung jawab atas dampak regionel apa pun yang mereka alami dengan penyerangan itu.
Kementerian Luar Negeri Iran memperingatkan Israel dan Amerika Serikat bahwa keduanya akan bertanggung jawab atas dampak regional apa pun.
Serangan itu, seperti dilansir Sputnik, menewaskan setidaknya enam orang dan melukai lebih dari 80 lainnya.
Kementerian Luar Negeri Iran memperingatkan Israel dan Amerika Serikat bahwa keduanya akan bertanggung jawab atas dampak regional apa pun.
Pemberontak Houthi Yaman bersumpah pada musim gugur untuk menyerang kapal-kapal yang terkait dengan Israel sampai Israel menghentikan tindakan militernya di Jalur Gaza.
Serangan-serangan ini mendorong Amerika Serikat untuk membentuk koalisi multinasional guna melindungi pengiriman di wilayah Laut Merah, serta menyerang sasaran Houthi di darat.***







