Realitarakyat.com – Atasi kebakaran lahan dan hutan (Karhutla) serta banjir bandang di Kalimantan Timur (Kaltim) tim Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memodifikasi cuaca dengan menebar 96 ton garam atau Natrium Klorida di banyak tempat.
BNPB melakukan modifikasi cuaca di Kaltim sejak 15 Juli yang berlangsung terus menerus hingga ke beberapa wilayah di Kaltim.
Berdasarkan laporan tim satuan tugas BNPB di lapangan sampai Sabtu, 3 Agustus 2024, petang sudah dilakukan sebanyak 119 sorti penerbangan menggunakan pesawat Casa dengan total bahan yang disemai sebanyak 111 ton NaCl dan 8 ton CaO.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari dalam keterangan di Jakarta, Sabtu, mengatakan operasi udara tersebut bukan hanya untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan tetapi juga untuk mengurangi potensi risiko bencana hidro-meteorologi basah.
Bencana hidro-meteorologi basah tersebut seperti banjir di wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara dan Mahakam Ulu yang juga sebagai daerah penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN).
Operasi modifikasi cuaca di Kaltim ini sekaligus juga dilakukan sebagai bentuk pengurangan risiko bencana hidro-meteorologi kering seperti kebakaran hutan dan lahan serta kekeringan.
Berdasarkan data inventaris tim satuan tugas di lapangan pada periode Januari – Juli mencatat jumlah sebaran titik panas di Kalimantan Timur sudah mencapai 9.148 titik.
Tim satuan tugas tersebut mendapati jumlah titik panas mayoritas berada di wilayah Kabupaten Kutai Timur dan Kutai Kartanegara yang jika tidak ditangani maksimal maka dapat berpotensi meluas ke wilayah lain seiring musim kering dengan terpaan angin kencang yang berlangsung saat ini.
Menurut dia, BNPB mengerahkan total sebanyak empat helikopter yang masing – masing digunakan untuk patroli dan penyiraman air dari udara ke Kaltim. Termasuk memberikan segenap dukungan sarana-prasarana logistik penunjang lainnya yang bersumber dari alokasi Dana Siap Pakai BNPB kepada pemerintah provinsi setempat untuk mengatasi Karhutla.
Dukungan yang diberikan tersebut sebagai komitmen BNPB memaksimalkan upaya kesiapsiagaan bencana, menunjang kelancaran pembangunan dan serangkaian kegiatan hari ulang tahun RI ke-79 di IKN, yang juga dibahas dalam rapat Koordinasi Siaga Darurat Bencana Kekeringan, Kebakaran Hutan, Lahan dan Asap bersama seluruh perwakilan unsur forum koordinasi pimpinan daerah (Forkopimda) Kalimantan Timur, pada Jumat (2/8).***







