Realitarakyat.com – Pemerintah Cina dan Uni Eropa akan menurunkan ketegangan akibat sengketa di sektor pedagangan.
Untuk itu, Menteri Perdagangan Cina, Wang Wentao, akan bertemu Komisaris Perdagangan Komisi Eropa, Valdis Dombrovskis, pada Kamis, 19 September 2024.
Mereka direncanakan membahas sengketa perdagangan di antara kedua pihak.
Seperti diketahui, hubungan antara Tiongkok dan Uni Eropa tengah diwarnai ketegangan.
Ketegangan itu berawal dari investigasi Uni Eropa terhadap kebijakan subsidi Cina terhadap industri mobil listrik negara tersebut.
Akibatnya, Uni Eropa memberlakukan bea masuk tinggi hingga 35,3 persen untuk mobil listrik Cina. Mereka menilai subsidi tersebut merugikan produsen mobil lokal di Benua Biru itu.
Cina kemudian membalas dengan mempersoalkan impor makanan dan minuman Eropa, terutama daging babi. Namun, belakangan kedua pihak menunjukkan itikad untuk meredakan ketegangan di sektor perdagangan tersebut.
Pekan lalu, Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez berkunjung ke Beijing. Kemudian, sebelum bertemu Dombrovskis, Wang Wentao juga telah berbicara dengan Roberto Vavassori.
Dia adalah Presiden Asosiasi Industri Otomotif Italia. Pertemuan Wang dan Vavassori membahas kerja sama industri kendaraan listrik antara Cina dan Italia.
Uni Eropa juga telah mengusulkan penurunan tarif impor sejumlah mereka kendaraan listrik Cina. Misalnya bea masuk untuk mobil listrik Tesla yang dirakit di Cina diusulkan turun 7,8 persen dari 9 persen.
Kemudian tarif impor mobil Geely diturunkan dari 19,3 persen menjadi 18,8 persen. Namun, bea masuk mobil listrik terlaris Cina yaitu BYD tetap dikenakan 17 persen.
Sementara untuk merek yang tidak kolaboratif seperti SAIC tetap dikenakan tarif impor 35,3 persen. Usulan-usulan tersebut akan dibawa ke sidang Uni Eropa untuk disetujui mayoritas anggota.
Cina dan Uni Eropa berharap pertemuan mendatang dapat meredakan ketegangan dan menghasilkan kompromi yang diterima kedua pihak. Sengketa perdagangan ini mencerminkan ketegangan lebih luas dalam hubungan ekonomi kedua kawasan.***







