Realitarakyat.com – Dipastikan tidak ada warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban Topan Yagi di Myanmar.
Kepastian tidak ada WNI yang menjadi korban itu diungkapkan Minister Counselleor Pelaksana Fungsi Penerangan Sosial dan Budaya (Pensosbud) Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Yangon, Harlianto, melalui radio siaran, Sabtu, 14 September 2024.
“Mandalay terdampak banjir tetapi di sana ada tujuh orang WNI. Semuanya dalam kondisi baik,” kata Harlianto.
Wilayah lain terdampak parah adalah Naypyidaw, namun KBRI memastikan tidak ada WNI yang berada di wilayah tersebut. Adapun total WNI di Myanmar mencapai 253 orang dan sebagian besar berada di ibu kota Yangon.
“Mayoritas 224 orang di Yangon, sisanya 29 orang tersebar di beberapa wilayah Mandalay, Naypyidaw dan Region Bago. Hingga saat ini tidak ada WNI yang terdampak banjir, semua kondisi baik dan sehat,” ujar Harlianto.
Topan Yagi di Myanmar mengakibatkan banjir dan longsor. Harlianto mengatakan berdasarkan pantauan media setempat, jumlah korban meninggal sudah mencapai 160 orang.
Selain itu, banjir mengakibatkan akses jalan seperti tol terputus sehingga menghambat distribusi bantuan. Pemerintah Myanmar meminta bantuan negara lain untuk mendistribusikan bantuan bagi korban terdampak topan Yagi
“Jalan tol yang ke Mandalay ditutup sementara karena ada genangan air, bus tidak dioperasikan. Myanmar kesulitan dan meminta bantuan dari negara tetangga atau luar, kami akan lakukan yang bisa kami bantu,” katanya.
Harlianto meminta agar WNI tidak ke luar rumah jika tidak ada urusan mendesak. Cuaca di Myanmar, masih diguyur hujan deras yang mengakibatkan titik banjir pada sejumlah tempat.
Pihaknya terus berkoordinasi dan berkomunikasi dengan WNI di Myanmar untuk memastikan kondisi dalam keadaan baik. KBRI Yangon membuka hotline +95 9955 114 224.
“Kami imbau tidak melakukan perjalanan karena tol terendam. Pergerakan selama ini dibatasi ke wilayah terdampak,” katanya.***







