Realitarakyat.com – Pemerintah sedang mempercepat penyusunan Satu Data Tunggal yang saat ini sedang dikumpulkan dan diolah Badan Pusat Statistik (BPS) untuk mengentaskan kemiskinan.
Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) Budiman Sudjatmiko menargetkan pengumpulan Satu Data Tunggal ini bisa terbentuk sebelum 2025
Menurutnya Satu Data Tunggal itu mengintegrasikan seluruh data masyarakat, baik miskin ekstrem, miskin, hingga rentan miskin.
“Targetnya dua minggu ini. Artinya sebelum ayam berkokok di tanggal 1 Januari 2025,” ujarnya di Jakarta, Jumat (6/12/2024).
Data Terpadu tersebut bakal digunakan sebagai acuan pemberian bantuan sosial (bansos) maupun program pemberdayaan dari pemerintah. Data-data yang dikumpulkan dan diolah tersebut, kata dia, berasal dari data-data yang dihimpun dari berbagai kementerian dan lembaga.
Langkah integrasi data ini, menurut Budiman, agar tidak terjadi tumpang tindih data bantuan kepada masyarakat. “Sehingga tidak ada lagi tumpang tindih, tidak ada lagi mismatch ketidakcocokan, tidak ada lagi satu program tertentu,” kata dia.
Selama ini, katanya, ada 154 program pengentasan kemiskinan yang tersebar di 27 kementerian dan lembaga. Maka demi sasaran yang tepat diperlukan satu data terpadu.
Nantinya, kementerian-kementerian yang akan memberikan bantuan maupun menggulirkan program pemberdayaan akan mengacu pada data yang diolah BPS itu. “Nah, ini harus di data semua, kira-kira gitu jangan sampai ada yang satu orang menerima banyak hal,” kata dia.***







