AS Kirim Investigator NTSB Selidiki Kecelakaan Jeju Air di Korea Selatan

AS Kirim Investigator NTSB Selidiki Kecelakaan Jeju Air di Korea Selatan
Kondisi pesawat Jeju Air yang jatuh di Korea Selatan. //Net

Realitarakyat.com – Amerika Serikat mengirimkan perwakilan dari Badan Keselamatan Transportasi Nasional AS (NTSB), Administrasi Penerbangan Federal, dan pembuat pesawat Boeing untuk menyelidiki kecelakaan pesawat Jeju Air.

Dalam sebuah pernyataan, NTSB mengatakan telah mengirim tiga investigator untuk membantu penyelidikan itu, di antaranya memiliki spesialisasi dalam faktor operasional dan kelaikan udara.

“Jika kami membutuhkan lebih banyak spesialis, kami akan mengirimkan mereka,” kata Ketua NTSB, Jennifer Homendy, seperti dilansir Reuters.

Para investigator kecelakaan sedang mempertimbangkan kemungkinan faktor-faktor, seperti serangan burung dan sistem kontrol yang tidak berfungsi pada pesawat. Hingga pilot yang tampaknya terburu-buru untuk mencoba mendarat segera setelah menyatakan keadaan darurat.

Para pejabat juga menghadapi pertanyaan tajam tentang fitur desain bandar. Khususnya tanggul tanah dan beton besar di dekat ujung landasan pacu yang digunakan untuk peralatan navigasi.

Pesawat menabrak tanggul dengan kecepatan tinggi dan meledak menjadi bola api. Mayat dan bagian tubuh penumpang terlempar ke ladang di sekitarnya, dan sebagian besar pesawat hancur dalam kobaran api.

“Sayangnya, benda itu adalah alasan semua orang tewas, karena mereka benar-benar menabrak struktur beton,” kata Kapten Ross ‘Rusty’ Aimer, Kepala Eksekutif Aero Consulting Experts, kepada Reuters. “Seharusnya beton itu tidak ada di sana.” ujarnya.

Sebelumnya, Penjabat Presiden Korea Selatan Choi Sang-mok memerintahkan pemeriksaan keselamatan darurat terhadap seluruh operasi maskapai penerbangan negara tersebut. Sebuah perekam data penerbangan “kotak hitam” ditemukan dari lokasi kecelakaan kehilangan konektor utama.

Terkait hal ini, Kementerian Transportasi Korea Selatan menyebut pihak berwenang sedang meninjau cara mengekstrak datanya, tetapi pengambilan data dari perekam suara kokpit telah dimulai.

Inspeksi terhadap semua 101 B737-800 yang dioperasikan oleh maskapai penerbangan Korea Selatan akan selesai pada 3 Januari, meskipun bandara akan tetap ditutup hingga 7 Januari.

Sementara itu, jasad 174 dari 179 korban jiwa kecelakaan pesawat Jeju Air di Muan, Korea Selatan, telah berhasil diidentifikasi untuk sementara ini. Seperti dilaporkan oleh kementerian setempat.

Melalui taklimat kepada keluarga korban di Bandara Internasional Muan, yang terletak 288 kilometer di selatan Seoul, pejabat Kementerian Agraria, Infrastruktur, dan Transportasi menyatakan masih memeriksa identitas lima korban lainnya.

“Dari 32 orang yang gagal diidentifikasi melalui sidik jari, kami berhasil mengidentifikasi 17 di antaranya lewat tes DNA tahap pertama. Serta, 10 lagi teridentifikasi melalui tes DNA tahap kedua,” kata kementerian tersebut.

“Kami masih memastikan identitas lima korban lainnya karena ada inkonsistensi pada DNA mereka.”***