Realitarakyat.com – Tiga pasukan perdamaian PBB terbunuh, saat menjalankan misi di Republik Demokratik Kongo.
Sekretaris Jenderal (Sekjen) PBB Antonio Guterres mengungkapkan rasa prihatinnya, termasuk terhadap 11 penjaga perdamaian yang menderita luka-luka dan dirawat di rumah sakit PBB di Goma.
“Dua penjaga perdamaian Misi PBB untuk Stabilisasi di Kongo (MONUSCO) dari Afrika Selatan dan satu penjaga perdamaian dari Uruguay. Terbunuh saat menjalankan mandat yang dipercayakan Dewan Keamanan kepada mereka,” kata Juru Bicara Sekjen PBB, Stéphane Dujarric dalam pernyataan yang dirilis Minggu (26/1/2025).
Guterres menyampaikan belasungkawa terdalam kepada keluarga para penjaga perdamaian serta pemerintah mereka dan rakyat Afrika Selatan dan Uruguay. Ia memberikan penghormatan atas keberanian seluruh pasukan penjaga perdamaian PBB dalam menjalankan mandat mereka untuk melindungi warga sipil
“Dan, para penjaga perdamaian yang terbunuh mereka membela warga sipil dari kekerasan kelompok bersenjata. Melalui koordinasi dengan Angkatan Bersenjata Republik Demokratik Kongo (FARDC) dan Misi Komunitas Pembangunan Afrika Selatan di Republik Demokratik Kongo (SAMIDRC),” ujar Dujarric.
Selanjutnya, Dujarric menyebut Sekjen sangat prihatin dengan meningkatnya kekerasan di Republik Demokratik Kongo bagian timur. Sekjen mengulangi kecaman kerasnya atas serangan dan kemajuan kelompok bersenjata M23 yang terus berlanjut menuju Goma.
Guterres mengingatkan semua pihak yang terlibat konflik mengenai kewajiban mereka berdasarkan hukum humaniter internasional. Serta, mengingatkan serangan terhadap personel PBB mungkin merupakan kejahatan perang.
“Sekjen Guterres meminta pihak berwenang untuk menyelidiki insiden ini. Dan, segera membawa mereka yang bertanggung jawab ke pengadilan,” ucap Dujarric menegaskan.
Sekjen mengulangi seruannya untuk menghormati perjanjian gencatan senjata dan kepada M23 segera menghentikan semua tindakan permusuhan dan menarik diri. Dujarric mengatakan, Sekjen menyerukan kepada Angkatan Pertahanan Rwanda untuk menghentikan dukungan terhadap M23 dan menarik diri dari wilayah Kongo.
“Sekjen menegaskan kembali dukungan PBB terhadap proses Luanda. Serta, menyerukan segera dimulainya kembali perundingan dalam kerangka ini,” kata Jubir Sekjen PBB. ***







