Realitarakyat.com – Kursi Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan (PCO) resmi kosong usai pengunduran diri Hasan Nasbi. Situasi ini langsung memunculkan sejumlah nama potensial yang dinilai memiliki kapasitas untuk mengisi jabatan strategis tersebut.
Dua nama pertama yang mencuat adalah Angga Raka dan Dahnil Anzar Simanjuntak. Namun belakangan, nama M. Qodari ikut menjadi sorotan publik setelah perbincangan di program Ruang Konsensus yang tayang di kanal YouTube Zulfan Lindan Unpacking Indonesia.
Dalam diskusi itu, pegiat media sosial Budhius M. Piliang menilai M. Qodari sebagai figur yang tak hanya piawai menganalisis politik, tapi juga lihai menerjemahkan kebijakan pemerintah ke dalam bahasa yang mudah dipahami masyarakat.
“Qodari ini bukan hanya pengamat politik, tapi juga komunikator kebijakan yang mumpuni. Saat menjabat sebagai Wakil Kepala KSP, ia mampu menjelaskan program pemerintah secara praktis, ringan, tapi tetap bernas,” ujar Budhius, Jumat (2/5/2025).
Penilaian ini semakin menguat setelah Qodari melakukan kunjungan ke Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan, di mana ia menyoroti upaya pemda dalam mendorong efisiensi anggaran ke sektor-sektor vital seperti pendidikan, kesehatan, dan ketahanan pangan.
Meski Qodari sendiri enggan berspekulasi soal kemungkinan menjadi Kepala PCO, Budhius tetap menilai bahwa kemampuannya sangat relevan untuk kebutuhan komunikasi publik saat ini.
“Untuk menjelaskan kebijakan strategis Presiden, kita butuh figur yang bisa mengemas pesan secara tepat, komunikatif, dan menjembatani antara negara dan rakyat,” tambahnya.
Kini, dengan absennya Hasan Nasbi, perhatian publik tertuju pada siapa yang akan dipercaya Presiden untuk melanjutkan estafet komunikasi di Istana.[prs]







