Realitarakyat.com – Badan Legislasi (Baleg) DPR RI menggelar rapat dengar pendapat umum (RDPU) membahas Rancangan Undang-Undang tentang Perlindungan Pekerja Rumah Tangga (RUU PPRT), Kamis (28/8).
Rapat berlangsung di Gedung DPR/MPR RI, berbarengan dengan aksi demonstrasi buruh yang digelar di depan gedung parlemen.
Rapat dipimpin Wakil Ketua Baleg DPR Martin Manurung dengan menghadirkan perwakilan PT Cahaya Ibu Group, PT Cicana Indonesia Corp, PT PKK Provinsi Jakarta, serta Kaukus Politik Parlemen.
“Nah, karena ini sifatnya RDPU, sesuai tata tertib tidak harus memenuhi kuorum karena kita tidak sedang mengambil keputusan. Yang kita inginkan adalah masukan dari bapak/ibu sekalian,” ujar Martin saat membuka rapat.
Meski tidak dihadiri seluruh perwakilan fraksi, rapat tetap berlangsung dan dibuka untuk umum. “Karena rapat ini tidak mengambil keputusan, maka izinkan saya membuka rapat ini sebagai rapat terbuka untuk umum,” tambahnya.
Sementara itu, ribuan buruh dari berbagai elemen menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPR. Polda Metro Jaya menurunkan 4.531 personel gabungan untuk menjaga keamanan dan ketertiban selama aksi berlangsung.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi, menyebut pengamanan melibatkan 2.174 anggota Polda Metro, 1.725 personel Brimob Mabes Polri dan TNI, serta 632 anggota Polres jajaran.
“Kami mohon kepada para buruh untuk menjaga ketertiban, menyampaikan aspirasi dengan damai, sesuai aturan. Jangan sampai ada tindakan anarkis yang justru merugikan,” kata Ade Ary.[prs]







