Realitarakyat.com – Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian mengapresiasi langkah Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia yang meluncurkan program Listrik Masuk Desa guna menjangkau daerah terpencil di seluruh Indonesia.
Termasuk sekolah-sekolah di pelosok. Program tersebut merupakan bagian dari agenda Revitalisasi Sekolah dan Digitalisasi Pembelajaran yang digagas Presiden Prabowo Subianto.
Menurut Hetifah, ketersediaan listrik menjadi kebutuhan mendesak bagi dunia pendidikan, terutama di wilayah 3T (terdepan, terluar, tertinggal).
“Hasil dari Panja Pendidikan di daerah 3T dan marginal menyoroti keterbatasan infrastruktur pendidikan serta sarana dan prasarana,” ujar Hetifah, dalam keterangannya, Selasa (5/8).
Menurutnya, berdasarkan data Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, tercatat masih ada 5.758 sekolah di daerah 3T yang belum teraliri listrik.
Selain itu, 10.692 sekolah di wilayah tersebut juga belum memiliki akses internet untuk menunjang proses belajar-mengajar.
“Permasalahan ini tidak hanya soal ruang kelas, tetapi juga kualitas bangunan, sanitasi, listrik, air bersih, akses internet, hingga peralatan penunjang belajar,” jelasnya.
“Kesenjangan ini memperparah ketimpangan hasil belajar antarwilayah dan berdampak langsung pada rendahnya mutu pembelajaran,” lanjut Hetifah.
Hetifah menegaskan, penanganan persoalan infrastruktur merupakan fondasi penting dalam mewujudkan pendidikan inklusif dan berkualitas bagi seluruh warga negara, termasuk masyarakat yang tinggal di wilayah paling tertinggal.
Untuk itu, ia menyambut baik komitmen Menteri ESDM yang bekerja sama dengan PLN dan pemerintah daerah guna mempercepat pemerataan akses listrik.
“Upaya ini adalah langkah nyata dalam memajukan pendidikan di daerah 3T. Dengan adanya listrik, sekolah bisa berkembang dan digitalisasi pembelajaran bisa berjalan,” pungkasnya.[prs]







